Yang Penting Berusaha…

Usaha tidak mesti mendatangkan keberhasilan, toh keberhasilan bukanlah ditangan hamba, akan tetapi ditentukan oleh Allah. Karenanya Yang Allah nilai sesungguhnya adalah usaha dan perjuangan disertai firmanNya Allah tidak membebani seseorang kecuali sebatas kemampuannya. Jika usaha kita berhasil maka karunia di atas karunia, namun jika tidak berhasil maka tetap bernilai di sisi Allah. Dalam dakwah, para Nabi ada yang pengikutnya hanya 1, ada yang 2, ada yang 3, dan ada yang tanpa pengikut. Nabi Nuuh berdakwah 950 tahun namun pengikutnya hanya sedikit. Apakah mereka dinilai gagal oleh Allah?, tentu tidak !!. Mereka telah berdakwah sebaik-baiknya dan selembut-lembutnya, sudah maksimal. Maka Allah tetap memuliakan dan memuji mereka. Namun jangan disalah pahami sehingga ada seseorang yang malas berdakwah, atau berdakwah dengan cara yang kasar dan tanpa ilmu, lalu menghibur diri dengan berkata, Toh nabi ada yang tanpa pengikut, apalagi kita?:. Tentu beda, para nabi telah berusaha sebaik-baiknya, maka jangan disamakan dengan orang yang malas. Ini dalam dakwah, dan demikian juga usaha dalam perkara-perkara yang lainnya. Berusahalah dan Tetap Optimis, semua tetaplah bernilai di sisiNya…

Permalink | Sumber tulisan: Ustadz Firanda Andirja

********************************************************************************************************

Berkata seseorang di penghujung hayatnya : ((Hiduplah engkau sesuai dengan impianmu, janganlah kau hidup sesuai dengan keinginan orang-orang… Berjuanglah untuk mewujudkan cita-citamu…janganlah kau berjuang untuk mewujudkan cita-cita orang-orang…)) Disebutkan bahwa nasehat ini keluar dari seseorang yang terkapar di rumah sakit dan akan menuju kematian. Tatkala ditanya apakah yang ia inginkan dalam kehidupannya yang akan segera berakhir?, iapun mengurapkan rangkaian nasehat di atas. Nasehat Ini bukan berarti mengajarkan keegoisan, akan tetapi terlalu banyak komentar manusia, dan terlalu banyak ide manusia, bahkan terkadang ide-ide yang saling bertolak belakang… jika engkau turuti kemauan mereka maka tidak akan pernah habis, dan tidak akan pernah memuaskan… Terlalu banyak pengaruh orang-orang yang bisa menghalangimu untuk mencapai tujuanmu… apalagi tujuan yang indah yang menuju akhirat…. Jika engkau harus mengikuti kemauan tradisi masyarakat maka bisa jadi engkau merugikan diri sendiri, bisa jadi kebahagiaan dirimu menjadi tumbal, dan bisa jadi agamamu engkau korbankan…! Contoh kejadian nyata : Seorang sahabat yang saya kenal tinggal di salah satu negeri kaum muslimin…, ternyata terjadi sengketa diantara keluarga dan kerabatnya, salah seorang adiknya membunuh sepupunya sendiri. Maka akhirnya para sepupunya pun balas dendam dan mereka hendak membunuh sahabat saya tersebut karena dialah yang paling terpandang di keluarganya. Mereka tidak puas kecuali jika membunuh orang yang paling terpandang yaitu sahabat saya. Namun tatkala mereka tidak mendapati sahabat saya –karena sedang dipenjara- maka merekapun membunuh adik sahabat saya. Maka sekarang sahabat saya dihadapkan dengan kondisi yang sulit –jika harus mengikuti tradisi masyarakat- 1- Jika ia tidak membalas dendam atas kematian adiknya –yaitu dengan membunuh lagi salah seorang dari sepupunya- maka ia akan dihinakan oleh masyarakat dengan dikatakan sebagai orang yang pengecut dan tidak memiliki harga diri. 2- Jika dia balas dendam –dengan membunuh salah satu sepupunya- maka saling membunuh akan terus berlangsung, dan bisa jadi hingga turun temurun. Maka tentu ini adalah dosa yang sangat besar, dosa membunuh, apalagi dosa membunuh kerabat dekat !! Tidak ada jalan lain bagi sahabat saya tersebut kecuali memafkan sepupunya, lalu meninggalkan masyarakat kampungnya dan berpindah beserta seluruh keluarganya ke kampung yang lain. Maka ia akan hidup dengan ketenangan dan kebahgiaan yang lain yang jauh dari pertumpahan darah dan cacian masyarakat.. Ini hanya sebagai contoh semata, namun kondisi-kondisi yang selaras dengan contoh ini ada dalam kehidupan. Terkadang kita dihadapkan dengan kondisi memikirkan kepentingan dan kemaslahatan pribadi dan keluarga –baik kemaslahatan agama maupun dunia- ataukah kita mengorbankan kemaslahatan kita demi memenuhi selera masyarakat, selera teman-teman?

 Permalink | Sumber tulisan: Ustadz Firanda Andirja

******************************************************************************************************

Hati Bening Selalu Berpikir Positif

Seringkali kita mudah tersulut, emosi dan naik darah jika ada yang berbicara negatif tentang kita. Setiap masalah selalu kita masukkan hati dan pikiran sehingga sangat mengganggu ketenangan dan bahkan kesehatan. Banyak energi yang terbuang dan kita tidak bisa fokus kepada hal-hal yang bermanfaat karena pikiran tersita oleh setiap permasalahan walau masalah kecil dan tidak penting. Setiap hari rasanya jenuh, bosan, sedih, resah, gelisah, marah, tidak produktif dan hati terasa penuh luka. Diantara penyebab semua itu dan akar masalahnya adalah LINGKUNGAN..! Lingkungan yang selalu meng-update berita-berita negatif dan kemudian kita serap sehingga membekas di hati dan pikiran. Solusinya..? Jika kita ingin mendapatkan ketenangan jiwa dan hati maka kita harus memilih lingkungan yang mendukung untuk itu, yang jauh dari lingkungan yang memprogram hati dan pikiran dengan program negatif. Juga kita sibukkan diri kita dengan segala kesibukan yang positif yang membuat hati dan jiwa tenteram. Dari sini kita mulai bisa menata dan merawat hati menuju hati bening.. Kita jangan mau dijajah dan dipenjara oleh masalah. Jangan semua masalah direspon dan dikembangkan jika hal itu berdampak buruk dan negatif serta merugikan kita. Intinya, kita harus pandai-pandai mengelola setiap yang kita dengar dan kita saksikan; mana yang perlu dipikirkan dan mana yang harus kita abaikan, agar berdampak positif dan menguntungkan, bukan berdampak negatif dan merugikan. Selamat Mencoba..! Akhukum Fillah @AbdullahHadrami

Permalink | Sumber tulisan: Ustadz Abdullah Hadrami

*********************************************************************************************************

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s