Persaksian Mantan ISIS Tentang Tipu Daya ISIS di Suriah

 

Persaksian abu tholhah, salah satu anggota isis yang dikirim untuk melakukan bom bunuh diri di markasnya jabhatu nusroh, dengan keyakinan bahwa mereka sudah murtad dan di markas tersebut tidak ada wanita dan anak anak juga istri istri mujahidin isis banyak yang diperkosa oleh mujahidin suria !
http://www.youtube.com/watch?v=jAnDEdclqc8

setelah melihat kenyataan yang sebenarnya dan kebohongan jama’ah isis, akhirnya menyerahkan dirinya dan mengungkapkan kebusukan isis dan kedustaan mereka dan menasihatkan kepada kaum muslimin untuk tidak bergabung dengan isis dan kepada mujahidin yang bergabung dengan isis untuk segera keluar dari isis karena hakekatnya mereka tertipu oleh jama’ah isis !
Semoga orang orang yang fanatik dengan isis bisa mengambil pelajaran dari persaksian saudara kita ini!
http://www.sunnahcare.com/2014/03/persaksian-mantan-isis-tentang-tipu.html

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

 Kesaksian Syaikh Abdullah Al-Muhaisini hafizhahullah Tentang ISIS

Ya Allah, bukankah telah aku sampaikan?

Segala puji bagi Allah atas segalakeadaan. Kami memuji-Nya Maha Suci Allah Yang mewajibkan perang kepada kita.Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada nabi kita yang selalutersenyum lagi ahli berperang, kepada keluarganya, para sahabatnya singa-singamedan laga, dan setiap orang yang berjalan di atas jalan mereka sampai harikebangkitan. Amma ba’du.

Sejak saya menginjakkan kedua kakisaya di tanah Syam, bumi jihad dan ribath, saya telah menyampaikan beberapapernyataan terkait beberapa peristiwa. Saya juga telah menghadiri sejumlahupaya perundingan [di antara beberapa pihak mujahidin yang berkonflik, edt].

Dan sesuai batas kemampuan, sayatelah mengeluarkan beberapa inisiatif, dengan sebagian inisiatif tersebut Allahmemberi taufik kepada kita untuk menghentikan pertumpahan darah danmenghilangkan kezaliman-kezaliman. Sementara itu dalam beberapa inisiatiflainnya, cukuplah bagi kami apabila kami telah menyampaikan alasan di hadapanAllah Ta’ala.

Dalam sebagian besar peristiwa yangterjadi, saya memiliki sikap-sikap yang saya sampaikan melalui ucapan-ucapansaya. Apabila sebagian ucapan saya itu benar maka semata-mata dari Allah sematadan apabila sebagian lainnya salah maka itu semata-mata dari diri saya sendiridan dari setan.

Saya telah mengatakan sebelumnya dan sekarang saya mengatakan lagi:

Allah mengetahui bahwa saya tidak pernah mengambil sikap yang cenderung memihak kepada salah satu pihak demi meraih keuntungan-keuntungan pribadi, sebab keuntungan-keuntungan pribadi itu telah kami jual kepada Allah dan kami memohon semoga Allah menerimanya.

Demi Allah Yang tiada Ilah yangberhak disembah selain-Nya, seandainya saya menginginkan popularitas ataukeberpihakan seseorang niscaya saya telah meraihnya tanpa saya perlu berangkatperang. Seandainya saya ingin berkompromi dengan makhluk niscaya saya akantinggal saja di rumah saya bersama kedua orang tua, istri dan anak saya.

Sungguh saya adalah orang yangmemiliki kecukupan harta di tengah kaumku atas karunia dan kemurahan Allah semata, dan pintu-pintu kenikmatan dunia telah dibukakan lebar-lebar kepadaku.Kita memohon kepada Allah semoga menjaga kita dari keburukan kenikmatan dunia.

Wahai saudara-saudaraku di belahan bumi timur dan barat, dan khususnya saudara-saudaraku mujahidin…

Sesungguhnya penjelasan saya ini merupakan sikap yang besar, yang saya akan berdiri di hadapan Allah dengan sikap ini, dan sesungguhnya ini adalah kesaksian yang besar yang aku catat untuk Allah, kemudian untuk sejarah dan Allah akan meminta pertanggung jawaban kepadaku atas kesaksiaan ini:

سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْوَيُسْأَلُونَ

Kesaksian mereka akan dicatat danmereka akan dimintai pertanggung jawaban. (QS. Az-Zukhruf [43]: 19)

Sesungguhnya saya benar-benar mengharapkan pahalanya di sisi Allah dan sesungguhnya saya menganggap sikap inisebagai salah satu sikap paling berat bagi diriku sendiri.

Sebelum saya memulai inti penjelasan ini, saya katakan kepada setiap orang yang mendengarkannya:

Saya meminta kepada Anda dengan namaAllah Yang tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Dia, hendaklah Andamendengarkan perkataan saya ini dengan mengosongkan diri Anda dari segala sesuatu selain muraqabatullah [menyadari senantiasa dalam pengawasanAllah] dan mengikuti perintah Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa salam. Makabiarkanlah sikapmu terhadap orang yang mengucapkan perkataan ini [SyaikhAbdullah Al-Muhaisini, edt] dan ambillah dalil yang ia sampaikan. Sebab sesungguhnya sikap pada hari ini adalah sikap yang besar, dan sesungguhnya pembicaraan hari ini adalah pembicaraan tentang kancah jihad dimana disana darah-darah yang suci mengalir.

Sesungguhnya pembicaraan saat ini,wahai saudaraku mujahid, adalah tentang bai’at yang kita telah menjualnya kepada Allah dan dengannya kita telah mentalak tiga dunia. Sesungguhnya kita pada hari ini berada di persimpangan jalan yang sangat genting. Maka takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah dengan memurnikan diri karena Allah. DemiAllah Yang tiada Ilah yang berhak disembah selain Dia, tidak ada seorang punpada hari ini yang akan selamat kecuali orang yang berpegang teguh dengan kitabAllah dan Sunnah Rasul-Nya serta menggigitnya dengan gigi-gigi geraham.

Wahai saudara-saudaraku, mujahidin…

Ketika jihad terjadi di Syam dan mujahidin mulai menjual nyawa mereka kepada Allah demi meninggikan panji tauhid dan membentangkan kekuasaan Allah di muka bumi; Allah melimpahkan karunia kepada saya dan saya bisa tiba di bumi Syam.

Maka saya berjanji kepada diri saya sendiri untuk mencampakkan dan membuang dari benak pikiranku semua pandangan saya sebelumnya tentang jama’ah jihad manapun sehingga saya bisa menilai sendiri dengan apa yang dilihat langsung oleh kedua mata saya, bukan oleh berita yang didengar oleh kedua telinga saya, dan [saya berjanji kepada dirisaya sendiri] untuk bersama setiap mujahid yang berjihad di jalan Allah demi meninggikan panji tauhid, agar saya menolongnya dan membela kehormatannya.

Maka saya mengunjungi saudara-saudara saya dalam kelompok Daulah, saya tinggal dan bermalam bersama mereka selama malam-malam yang panjang; demikian juga saya lakukan dengan saudara-saudara saya pada kelompok Jabhah dan Ahrar.

Maka ketika saya melihat bibit-bibit perselisihan mulai nampak dan benih-benih perpecahan mulai muncul, saya menimbang hal itu dengan kitab Allah Ta’ala. Maka saya menemukannya sebagai sebuah nash yang muhkam [memiliki makna yang tegas, tidak memiliki kesamaran dan multi interpretasi, edt] lagi jelas:

ومَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِنْ شَيْءٍفَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ

Dan perkara apapun yang kalianperselisihkan, maka keputusan hukumnya dikembalikan kepada Allah. (QS. Asy-Syura [42]: 10)

  1. Maka pada saat itu saya mengajukan“Inisiatif Mahkamah Islamiyah”. Pada awalnya para pemimpin Daulah menyampaikan kepada saya persetujuan awal mereka terhadap “Inisiatif Mahkamah Islamiyah”.Maka saya merasa gembira dengan kebaikan ini dan saya melanjutkannya dengan melakukan pertemuan-pertemuan [perundingan-perundingan] dengan kelompok-kelompok lainnya.
  2. Mengingat brigade-brigade yang ada memiliki perbedaan-perbedaan dari aspek pemikiran dan manhaj, pada waktu itu saya mengusulkan agar para qadhi [hakim pada Mahkamah Islamiyah, edt] terbatas dari brigade-brigade yang telah dikenal dengan kelurusan manhajnya, jauh dari paham Murjiah, atau sikap mengekor [kepada rezim Arab atau Barat, edt] atau penyimpangan lainnya. Sebab tidak selayaknya bagi kita untuk mengajak berhukum kepada para qadhi yang manhaj mereka tercemari oleh penyimpangan-penyimpanganpemikiran dan manhaj.
  3. Setelah melewati beberapa tahapan dalam Inisiatif Mahkamah Islamiyah dan persetujuan semua kelompok, tiba-tiba saya dikejutkan oleh sikap finish Daulah yang menolak Inisiatif MahkamahIslamiyah. Saya meminta kepada Daulah untuk menyampaikan alasannya, maka para pemimpin Daulah mengatakan kepada saya: “Karena adanya beberapa catatan atas sebagian jama’ah.”
  4. Saya katakan pada waktu itu: “Jika begitu, maka para qadhi akan berasal dari kelompok-kelompok yang telah diketahui kelurusan manhajnya dan telah nampak jelas keahliannya di medan-medan jihad, seperti Katibah Shuqur Al-Izz, Katibah Khadra’, Syam Al-Islam danlainnya. Para pemimpin Daulah merasa keberatan atas usulan saya tersebut.
  5. Maka pada waktu itu saya katakan kepada mereka: “Jika begitu hendaknya qadhi adalah qadhi yang adil dan indipenden.” Saya mengusulkan beberapa nama yang telah disaksikan sebagai pengikuti kebenaran dan ulama oleh para pengikut manhaj seperti syaikh kita Sulaiman bin Nashir Al-Ulwan atau Syaikh Mujahid Ibrahim Ar-Rubaisy [mas’ul syar’i AQAP,edt] atau selain mereka. Namun para pemimpin Daulah menolak.
  6. Saya kemudian mengusulkan agar qadhi tersebut adalah penuntut ilmu di kancah jihad Syam dari kalangan saudara-saudara kita, ulama syariat yang datang dari Khurasan [Afghanistan,Uzbekistan, Tajikistan dan sekitarnya, edt] dan mereka adalah orang-orang indipenden. Namun para pemimpin Daulah juga menolak.
  7. Maka saya mengatakan kepada saudara-saudara saya dalam kelompok Daulah:
  8. “Jika demikian, tolong berikan kepada saya inisiatif apapun untuk berhukum kepada syariat Allah, agar kitabisa menjalankan perintah Allah di antara kita dan hendaknya kita menerapkan perintah Allah tersebut sebagai pemberi keputusan di antara kita dansaudara-saudara kita. Kita memerlukan sebuah Mahkamah yang memutuskan perkaradi antara sesama mujahidin, bukan sebuah Mahkamah dimana lawan kasus menjadihakim pemberi keputusan di dalamnya.”
  9. Saya juga mengatakan kepada saudara-saudaraku pada kelompok Daulah: “Sesungguhnya saudara-saudara kalian dalam jama’ah-jama’ah jihad lainnya mengatakan kepadaku ‘Bagaimana Anda menginginkan kami berhukum kepada mahkamah-mahkamah Daulah dalam kasus perselisihan kami dengan mereka? Bagaimana bisa lawan perkara menjadi hakim? Lalu, apakah mereka rela jika kami dan mereka berhukum kepada mahkamah-mahkamah kami?Bukankah Allah Ta’ala telah berfirman:
  10. إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَإِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُواسَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
  11. Sesungguhnya jawaban orang-orangmukmin, apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasulmenghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan Kamipatuh”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. An-Nur [24]: 51)
  12. Kenapa saudara-saudara kami itu tidak mengatakan “Kami mendengar dan kami menaati”?
  13. Meski saya sudah mengatakan hal itu,namun saudara-saudara saya dalam kelompok Daulah tetap menolak InisiatifMahkamah Islamiyah. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.
  14. Pada saat itu akhirnya file Inisiatif Mahkamah Islamiyah dilipat dan saya bertekad tidak akan menyebutkan rincian peristiwa-peristiwa yang terjadi. Semoga Allah mengaruniakan kepadaku solusi lain yang dengannya kita bisa menjadikan seluruh kancah jihad Syam berkomitmen dengan meminta keputusan hukum kepada Allah, dimana kita berangkat jihad demi menjadikan syariat Allah sebagai undang-undang kita.
  15. Allah mengetahui betapa saya sering dituduh dan dianggap berkhianat karena saya diam atas sikap Daulah tersebut.Namun saya menanggung semua itu demi maslahat yang saya berijtihad padanya. Semoga Allah memberi petunjuk kepada saudara-saudaraku pada kelompok Daulah untuk menerima mahkamah syariat.
  16. Peristiwa-peristiwa masih terus terulang di kancah jihad Syam dan saya juga masih terus berupaya sekuat tenaga dalam setiap kesempatan agar saudara-saudaraku dalam kelompok Daulah rela dengan Mahkamah Syariat. Namun mereka beralasan dengan berbagai dalih dan perkataan, sampai kemudian terjadi peristiwa pembunuhan terhadap akh Muhammad Faris [oleh kelompok Daulah, edt] kemudian pendudukan wilayah Maskanah [olehkelompok Daulah, edt].
  17. Maka saya berupaya ikut campur tanganuntuk menyelesaikan perselisihan tersebut dengan syariat Allah. Saudara-saudarasaya dalam kelompok Ahrar mengusulkan agar saya menjadi pihak yangmelakukan tarjih [menentukan siapa yang zalim dan siapa yangdizalimi, edt]. Namun saudara-saudaraku dalam kelompok Daulah menolak usulan itu.
  18. Kemudian ketika seorang saudara dalam kelompok Daulah terbunuh, kita memohon semoga Allah menerimanya disisi-Nya, Daulah menyetujui jika saya menjadi pihak yang melakukan tarjih.Saya berkata dalam hati: “Bagaimana mereka rela menjadikanku sebagai pemberi keputusan jika kebenaran di pihak mereka, namun mereka tidak rela menjadikanku sebagai pemberi keputusan jika kebenaran bukan berada di pihak mereka?”
  19. Saya hanya mengatakan hal itu dalam hati saya dan saya tidak mengungkapkannya dalam ucapan lisan. Saya katakan pada waktu itu: “Semoga Allah memudahkan bagi kita jalan keluar dari masalah kita ini.”
  20. Peristiwa-peristiwa masih terus menumpuk, jiwa-jiwa di kancah Syam dibuat geram dan brigade-brigade mengatakan:“Kenapa Daulah tidak rela dengan syariat Allah ketika personal-personalnya melakukan kesalahan terhadap kita?”
  21. Sampai kemudian datanglah hari tersebut, hari Kamis, hari pertama kali terjadinya peristiwa [pertempuran antar kelompok mujahidin, edt]. Allah menakdirkan saya berada di sana, ketika peluru pertama kali ditembakkan dalam peristiwa [perang Daulah dan brigade mujahidinlainya, edt] di kota Atarib.
  22. Maka pada waktu itu saya masuk,ternyata penduduk Atarib sangat marah dan melepaskan tembakan ke arah kami karena mereka mengira kami berasal dari kelompok Daulah. Maka saya masuk dan bertanya kepada penduduk Atarib: “Ada apa gerangan? Semoga Allah melalui perantaraan saya bisa menjaga darah-darah kaum muslimin.”
  23. Maka mereka menjawab kepada saya:“Daulah masuk ke kota Atarib dan mereka ingin menangkap seorang di antara kami.Maka kami katakan kepada mereka bahwa ia tidak bisa ditangkap kecuali melalui jalan mahkamah syariat. Lantas orang-orang dari Daulah pergi. Ternyata pada keesokan harinya al-akh yang dicari oleh Daulah itu telah diculik, dan kami menemukan jenazahnya.”
  24. Penduduk Atarib berkata: “Ia dibunuh oleh Khathab al-Libi.” Saya mengatakan kepada penduduk Atarib: “Maukah kalian menunggu, saya akan melakukan perundingan dengan Daulah.” Penduduk Atarib menjawab: “Bagaimana Anda akan berunding dengan mereka sementara dalam setiap kesempatan mereka menolak inisatif-inisiatif perdamaian Anda dan mereka menolak mahkamah-mahkamah syariat?”
  25. Maka saya keluar dari kota Atarib dalam keadaan galau dan sedih. Saya mengadukan kepada Allah kegalauanku dankesedihanku. Maka baku tembak-baku tembak dengan senjata berat pun pecah dikota Atarib, sehingga Daulah ditarik mundur.
  26. Di dekat kota Atarib ada bekas markas Batalion 46, di sana ada beberapa brigade. Di antaranya adalah Brigade Syuhada’ Atarib, Jabhah Nushrah, dan Jabhah Tsuwar Suriah (RSF). Daula hmenyerang bekas markas Batalion 46, sehingga 10 orang anggota Jabhah Nushrah terbunuh dan beberapa orang lainnya dari kelompok lain ikut terbunuh.
  27. Pasca serangan Daulah tersebut meluaslah kawasan peperangan melawan Daulah, sehingga mencapai wilayah Jabal Zawiyah,Raqqah dan Hamah. Setiap kelompok yang memiliki hak di bekas markas Batalion 46[anggotanya terbunuh oleh serangan Daulah, edt] akhirnya bertempur melawanDaulah di tempat-tempat lain, karena mereka membela orang-orang yang dibunuholeh Daulah di Batalion 46.
  28. Dari sini Daulah mengirim pasukan bantuan untuk pasukannya di Atarib, jalurnya melewati Katibah-katibah NuruddinZanki. Katibah-katibah Nuruddin Zanki menolak pasukan bantuan Daulah melewatijalur tersebut. Katibah-katibah Nuruddin Zanki mengatakan: “Tidak mungkin kami mengizinkan kalian maupun FSA untuk lewat, sehingga kami menjadi jembatan terjadinya fitnah [perang antar kelompok mujahidin, edt].”
  29. Daulah ingin masuk secara paksa dengan kekuatan mereka, namun katibah-katibah Nuruddin Zanki menolak. Akhirnya terjadi baku tembak antar Daulah dan katibah-katibah Nuruddin Zanki, lalu pertempuran luas pun menyala di kawasan Aleppo barat. Padahal sebelum itu katibah-katibah Nuruddin Zanki memiliki hubungan yang baik dengan Daulah.Padahal katibah-katibah Nuruddin Zanki dikenal luas memiliki peranan yang baik dalam jihad melawan rezim Bashar Asad.
  30. Kemudian, brigade-brigade yang sebelumnya mengalami hak-hak yang dirampas oleh Daulah, masing-masing brigade itu berusaha untuk meminta kembali hak-hak mereka yang dirampas, masing-masing brigade yang sebelumnya mengalami hak-hak yang dirampas oleh Daulah itu berusaha merebut kembali hak-haknya. Maka kancah Syam terbakar oleh api peperangan.
  31. Setelah itu para pencuri danpengkhianat mengambil kesempatan. Rezim Bashar Asad pun mulai menyalakan fitnah di sini dan di sana, sehingga perkaranya bercampur-baur tidak jelas. Maka perkaranya bukanlah sebagaimana yang digambarkan oleh sebagian orang bahwa ini adalah peperangan terhadap Islam atau peperangan melawan penegakan daulahIslam.
  32. Jika realitanya seperti yang digambarkan oleh sebagian orang tersebut, niscaya peristiwa-peristiwa[kezaliman dan peperangan sesama mujahidin, edt] ini tidak akan terjadi,dan kenapa peperangan-peperangan itu tidak terjadi melawan JabhahNushrah Tanzhim Al-Qaeda dimana semua orang sudah mengetahui permusuhan seluruhrezim di dunia terhadapnya? Tanzhim yang dimulai oleh Usamah bin Ladin semoga Allah menerimanya di sisi-Nya, kemudian dilanjutkan oleh SyaikhAz-Zhawahiri.
  33. Permusuhan masyarakat kepadamu bukanlah dalil atas kebenaran manhajmu. Jika ukurannya demikian, pastilahIkhwanul Muslimin di Mesir adalah manusia yang paling dekat kepada kebenaran,sebab seluruh manusia telah mengeroyok mereka dari setiap tempat yang tinggi dan rendah; bahkan seandainya ukurannya seperti itu, niscaya Moammar Qaddafiadalah orang yang dizalimi, bukan orang yang menzalimi, sebab seluruh rakyat Libya telah bersatu memeranginya dan dibelakang mereka ada kelompok-kelompok internasional.
  34. Di antara bentuk penipuan terhadapmasyarakat adalah klaim bahwasanya banyaknya musuh merupakan dalil [bukti] atas kebenaran manhaj. Justru banyaknya musuh terkadang merupakan bukti banyakya kezaliman yang dilakukan dan sikap keras kepada masyarakat. Dan hal itu demi Allah Yang nyawaku berada di tangan-Nya adalah hal yang saya lihat sendiri dansaya akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah atas hal itu.
  35. Saya tidak akan pernah melupakan hari itu, ketika saya menyampaikan khutbah di masjid jami’ Atarib sebelum peristiwa-peristiwa konflik ini terjadi. Masyarakat berbondong-bondong mengadukan kepada saya kezaliman-kezaliman besar yang dilakukan Daulah terhadap mereka.
  36. Pada saat itu saya tidak memilikidaya upaya dan kekuatan apapun untuk menolong mereka. Sesungguhnya sayabersumpah dengan nama Allah bahwasanya saya telah melihat langsungkezalima-kezaliman yang membuat anak-anak kecil beruban, yang dilakukan olehDaulah Islam di Syam, dan hal itu menjadi sebab dari kondisi yang capai padahari ini. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.
  37. Betapa banyak kami melihatorang-orang yang dijebloskan ke dalam penjara-penjara [oleh Daulah] tanpa adadosa atau tuduhan…Betapa banyak kami melihat pembunuhan [oleh Daulah] berdasarsyubhat dan eksekusi-eksekusi mati terhadap orang-orang yang dijebloskan dalampenjara.
  38. Barangkali yang terbaru adalah ketika saya melakukan perundingan dalam upaya membebaskan saudara-saudaraku,orang-orang yang ditawan oleh Daulah, dan melakukan pertukaran tawanan dengan mereka. Saat itu juga saya dikejutkan oleh qadhi Daulah yang mengatakan: “Kami telah berijtihad maka kami telah mengeksekusi mati mereka.”
  39. Saya shock akibat ucapannya itu!Saya katakan kepadanya: “Apakah kalian menganggap mereka adalah orang-orang murtad?” Ia menjawab: “Tidak, namun kami telah berijtihad atas vonis tersebut.”Saya bertanya kepadanya: “Saudara-saudara kami yang kalian tawan dan kami ingin mempertukarkan mereka, bagaimana kondisi mereka?” Ia menjawab: “Ini ijtihad kami!!!”
  40. Peristiwa bombardir terhadap kota Uwaijil [oleh Daulah] dengan meriam-meriam sehingga membunuhi kaum wanita dan anak-anak belum lama terjadi. Saya telah melihat langsung kejadian itu. Ketika saya bertanya kepada para pemimpin Daulah: “Bagaimana kalian menyerang masyarakat dengan bom-bom mobil, padahal Allah telah berfirman:
  41. وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًامُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِوَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
  42. Dan barangsiapa yang membunuhseorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah neraka Jahannam, kekal iadi dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azabyang besar baginya. (QS.An-Nisa’ [4]: 93)
  43. Pemimpin Daulah menjawab: “Satu bommobil membunuh dua puluh orang, dengannya Allah menyelamatkan ratusan orang!!!”
  44. Hasbunallah wa ni’mal wakiil.
  45. Kami tidak mengingkari adanya kezaliman-kezaliman, bahkan kekejian-kekejian, dari kelompok-kelompok dalam FSA dan lainnya, namun kita sedang membicarakan proyek Islami yang ingin dijadikan contoh penerapan syariat Allah dan pengambilan petunjuk dari petunjukrasul-Nya…
  46. Kemudian ketika pertempuran membara dan persoalannya menjadi campur-baur bagi masyarakat, ada orang yangmengatakan: “Mereka itu milisi-milisi Shahwat”, dan adapula orang yangmengatakan: “Mereka itu Khawarij.”
  47. Saya katakan: Tidak ada solusi atas perselisihan ini kecuali dengan syariat Allah, kemudian Syariat Allah-lah yangmenentukan siapa pihak yang aniaya, siapa pihak Shahwat, dan seterusnya.
  48. Saya katakan: Sesungguhnya penyampaian inisiatif yang mengajak untuk berhukum kepada syariat Allah dalam suasana perselisihan ini akan memutus jalan bagi milisi-milisi Shahwat dan selain mereka, sebab jika mereka didorong untuk memerangi Islam niscaya mereka tidak akan pernah menerima berhukum kepada syariat Allah. Sebab sikap penerimaan mereka untuk berhukum kepada syariat Allah akan memutus jalan mereka untuk memerangi proyek Islami.
  49. Oleh karena itulah kami mengeluarkan INISIATIF UMAT, didalamnya kami mempersyaratkan para qadhi harus berasal dariorang-orang yang telah diketahui manhaj mereka, terlebih dalam perkara berhukum kepada syariat Allah, kufur kepada thaghut dan mencampakkan semua hal yang menyelisihi proyek Islami.
  50. Kami telah menyampaikan tenggangwaktu untuk menerima inisiati ini, ternyata umat Islam dan para ulama kaummuslimin mendukung inisiatif tersebut, dan para pemimpin mereka adalah paraulama senior yang telah mendapatkan ujian yang berat dalam memperjuangkan agamaAllah [bahkan sebagian mereka masih mendekam di dalam penjara].
  51. Di antara syaikh yang mendukung inisiatif tersebut adalah Syaikh Abu Qatadah Al-Filisthini, Abu MuhammadAl-Maqdisi, DR. Iyad Qunaibi, DR. Yusuf Al-Ahmad, DR. Akram Hijazi, SyaikhHusain Mahmud dan lain-lain.
  52. Kemudian bermacam-macam jama’ah,baik jama’ah yang shalih maupun yang bejat, mengumumkan sikap menerima syariat Allah sebagai pemberi keputusan di antara mereka, agar perselisihan di kancahSyam berakhir dan kita kembali memerangi rezim Bashar Asad yang telah merajalela dan menzalimi rakyat yang tertindas yang ingin kita tolong.
  53. Semua brigade telah setuju untuk berhukum kepada syariat Allah. Adapun saudara-saudara kita dalam Daulah telah merilis pernyataan yang intinya tidak menerika berhukum kepada syariat Allah kecuali dengan syarat-syarat yang mereka paksakan kepada lawan-lawan mereka.
  54. Terhadap syarat-syarat tersebut,saya mengomentari dengan mengatakan: Sesungguhnya syarat-syarat ini tidak ada dalam kitab Allah dan tidak pula dalam sunnah Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wasallam. Saya katakan hal itu, meskipun kami juga mengatakan dan menuntut untuk kufur kepada thaghut, iman kepada Allah dan mencampakkan semua proyek yang bertentangan dengan syariat Allah.
  55. Namun mempersyaratkan agar setiap lawan kita mengumumkan masalah-masalah ini sehingga setelah itu kita rela bersamanya untuk berhukum kepada syariat Allah adalah sedikit pun bukan bagian dari agama Allah. Bahkan lebih dari seorang ulama telah menyebutkan ijma’[kesepakatan ulama mujtahid] wajibnya berhukum [kepada syariat Allah] jika seorang kafir mengadukan kasus seorang muslim. Bukankah Allah telah berfirman:
  56. وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَاأَنْزَلَ اللَّهُ
  57. Dan putuskanlah perkara di antaramereka dengan hukum yang Allah turunkan. (QS. Al-Maidah [5]: 49)
  58. Bukankah Allah telah berfirman:
  59. فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍفَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنونَ بِاللَّهِوَالْيَوْمِ الْآخِرِ
  60. Jika kalian berselisih dalam suatuperkara, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul jika kalian benar-benarberiman kepada Allah dan hari akhir. (QS.An-Nisa’ [4]: 59)
  61. Bukankah Allah telah berfirman:
  62. إِنِ الْحُكْمُ إِلا لِلَّهِ
  63. Sesungguhnya hak menetapkan hukumhanyalah milik Allah. (QS.Yusuf [12]: 40)
  64. Kemudian, seandainya Allah memberikan kepada kita kekuasaan di muka bumi, apakah dipersyaratkan bagi para perampok dan pelaku maksiat, bahkan bagi orang-orang Yahudi dan Nasranu, untuk menjelaskan kepada kita sikap mereka terhadap masalah-masalah akidah ini sebelum mereka meminta putusan perkara, baru setelah itu kita mau memberikan keputusan hukum kepada mereka?!!
  65. Ya, kita menerima syarat-syarat yang disebutkan itu diberlakukan pada diri para qadhi yang akan memberikan keputusan hukum. Kebenaran akidah mereka adalah perkara yang akan terbawa pada keputusan-keputusan hukum mereka. Kami mengatakan hal ini disertai dukungan kami dan penegasan kami kepada jama’ah-jama’ah dalam kancah Syam agar mereka menjelaskan sikapnya terhadap proyek-proyek sekulerisme, demokrasi dannegara-negara yang menerapkan selain hukum Allah dan tunduk kepada perintahBarat. Kritikan kami hanyalah sebatas kepada sikap menolak berhukum kepada syariat Allah dengan dalih dua syarat ini. Hanya kepada Allah semata kita mengadu!!!
  66. Adapun masalah kritikan Daulah dalam pernyataannya yang tidak setuju jika peperangan ini disebut perang fitnah, maka saya telah menanyakan kepada orang kedua di dalam kelompok Daulah [Wakil AmirDaulah, edt]: “Apakah orang-orang yang pada hari ini kalian perangi seperti katibah Nuruddin Zanki dan pihak yang bersamanya adalah orang-orang murtad?” Iamenjawab kepada saya: “Demi Allah, kemurtadan mereka belum terbukti bagi kami.Seandainya telah terbukti, pastilah kami telah mengumumkannya.” Namun tiba-tibaaku dikejutkan oleh Al-Adnani [jurubicara resmi Daulah, edt] yang berbicara dengan menjuluki mereka adalah milisi-milisi Shahwat dan lain sebagainya!!!
  67. Apakah tidak wajib bagi saudara-saudara kita dalam kelompok Daulah untuk menjelaskan secara terang-terangan sikap mereka terhadap setiap jama’ah di kancah Syam dan mereka tidak membiarkan perkara ini mengambang di antara saudara-saudara kita para tentara Daulah? Sungguh saya telah melihat pada diri saudara-saudara saya dalam kelompok Daulah banyak perselisihan dalam memvonis kelompok-kelompok lain; apakah mereka orang-orang murtad atau bukan?
  68. Bukan hal yang samar lagi perbedaanmanhaj pemikiran di antara kelompok-kelompok pejuang di kancah Syam danperbedaan proyek mereka. Di antara mereka ada kelompok yang rela dengan AliansiNasional sebagai payung dan wakilnya. Di antara mereka ada juga kelompok yangsecara terang-terangan berlepas diri dari Aliansi Nasional melalui ucapan dan tindakan nyata mereka.
  69. Maka ruang lingkup peperangan pun meluas, kabar-kabar mulai diberitakan dan kebohongan-kebohongan mulaidisebarluaskan bahwa ada akhwat-akhwat yang diperkosa. Allah mengetahui bahwa saya telah pergi ke lebih dari satu tempat, maka saya mendapati berita tersebut sekedar isu belaka, tiada realitanya dan tidak ada buktinya di lapangan.
  70. Barangkali memang terjadi beberapa peristiwa dan kejadian, namun peristiwa tersebut telah dibicarakan dengan cara yang bertujuan untuk memobilisasi para pemuda guna terlibat dalam peperangan antara sesama kaum muslimin.
  71. Maka setiap orang yang ingin berhati-hati dan tidak melibatkan diri dalam peperangan ini dikata-katai:“Bagaimana engkau menelantarkan saudara-saudaramu dan engkau membiarkan saudari-saudarimu diperkosa?”
  72. Subhana Rabbi, Mahasuci Rabbku, jika kita benar-benar ingin menolong saudari-saudari kita dan melindungi kehormatanmereka, maka hendaknya kita rela dengan syariat Allah Ta’ala sebagai pemberi keputusan diantara kita, agar kekaacauan ini berhenti dan jihad [melawan rezimNushairiyah] berlanjut, sehingga pada saat itu tidak akan ada lagi darah-darah kaum muslimin yang ditumpahkan dan tidak ada lagi kehormatan-kehormatan yangdilanggar.
  73. Ketika kami mengajak orang-orang untuk mengasingkan diri dari fitnah ini, tiba-tiba bom-bom mobil menghantamtempat-tempat umum. Demi Allah yang nyawaku berada di tangan-Nya, saya telah menyaksikan sendiri banyak kejadian tersebut; bom mobil di kota Darkusy yangmeledak di tempat umum.
  74. Saya bertanya kepada wali [gubernur]Daulah: “Siapa yang kalian targetkan dengan serangan bom mobil itu?” Ia menjawab: “Bom mobil itu telah membunuh 30 orang musuh kami.” Meski sangatberbahaya, saya berangkat sendiri untuk melihat langsung lokasi serangan.Ternyata bom mobil itu hanya menewaskan pelakunya sendiri dan seorang laki-lakiawam serta mencederai empat orang anak kecil.
  75. Bom mobil serupa saya saksikan sendiri di kota Kafr Naha, yang tewas dalam serangan itu adalah seorang anak kecil dan pelaku serangan sendiri.
  76. Bom mobil serupa saya saksikan diKafr Jum, yang tewas adalah pelakunya sendiri! Saya menyaksikan sendiri peristiwa-peristiwa itu dan Allah mengetahui bahwa ini adalah kesaksian yang dengannya saya akan bersaksi di hadapan Rabb seluruh alam.
  77. Maka saya meminta kalian untukbersumpah dengan nama Allah, wahai saudara-saudaraku, apakah untuk tujuan inikita keluar dari rumah-rumah kita? Apakah ini menolong orang-orang yangtertindas yang Allah telah berfirman mengenai mereka:
  78. وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِيسَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِوَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِالْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّاوَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا
  79. Dan mengapa kalian tidak mauberperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki,wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Rabb Kami,keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya dan berilah kamipelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!” (QS. An-Nisa’ [4]: 75)
  80. Duhai, Maha Suci Rabbku, apakah nyawa para pemuda kita sudah begitu murah sampai taraf seperti ini, hingga nyawa-nyawa mereka dijerumuskan dalam serangan bom-bom mobil untuk membunuhi anak-anak kecil dan orang-orang yang Allah melindungi darah mereka???
  81. Kemudian dengan hak [kebenaran] apa bom-bom mobil itu diledakkan pada markas-markas saudara-saudara kalian dari kelompok Ahrar [Asy-Syam], [Liwa’] At-Tauhid dan lain-lainnya, sehingga bom-bom mobil itu membunuh saudara-saudara kalian yang berjihad, sementara personal-personal mereka belum terbukti melakukan pembunuhan dan tidak pula kemurtadan? Kemudian, tarohlah antara kalian dan kelompok-kelompok mereka ada kezaliman-kezaliman, apakah hukuman qisash dilakukan dengan cara seperti itu?
  82. Bukankah Allah telah berfirman:
  83. وَمَنْ قُتِلَ مَظْلُومًا فَقَدْجَعَلْنَا لِوَلِيِّهِ سُلْطَانًا فَلا يُسْرِفْ فِي الْقَتْلِ إِنَّهُ كَانَمَنصُورًا
  84. Dan barangsiapa dibunuh secarazalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya[meminta putusan hukuman pengadilan terhadap pelaku, edt], tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan. (QS.Al-Isra’ [17]: 33)
  85. Ya Allah!! Apa yang akan dikerjakan oleh orang yang membuat bom-bom itu, orang yang meledakkannya, orang [pemimpin]yang mengirimnya dan orang yang mendukungnya?!! Apa yang akan mereka lakukandengan Laa Ilaaha Illa Allah jika kalimat tauhid tersebutmendatangi mereka pada hari kiamat?!!
  86. Apa yang akan mereka katakan kepadaanak kecil tersebut, orang tua renta tersebut, apa yang akan mereka katakankepada jiwa-jiwa suci yang nyawanya dilindungi oleh syariat, yang diserang olehbom-bom mobil tersebut tanpa ada dosa apapun???!!!
  87. Ya Allah, sesungguhnya aku berlepasdiri kepada-Mu dari bom-bom mobil ini dan peledakan-peledakan itu !!!
  88. ***
  89. Saudaraku mujahid, saya meminta Andabersumpah dengan nama Allah, agar Anda membaca perkataanku ini dengan seluruh sikap adil dan ketulusan….
  90. Saya mengetahui bahwa setelah memberikan penjelasan ini, saya akan dituduh sebagai seorang pengkhianat, atau kelurusan agamaku akan dituduh, dan segala sesuatu yang berkaitan denganku akan dituduh!!!
  91. Barangkali akan ada orang yang mendatangimu dan ia tidak ingin engkau terpengaruh oleh penjelasanku ini, lalu ia mengeluarkan tulisan-tulisan lamaku di akun twitter. Saya sebutkan bahwa saya tidak menulis tulisan-tulisan tersebut, saya menyelisihinyadan saya berlepas diri dari isi tulisan-tulisan tersebut.
  92. Semua itu adalah usaha untuk menjatuhkan saya, sebagaimana mereka berupaya menjatuhkan semua ulama, sampai para ulama jihad sekalipun yang selama ini telah mengalami ujian yang baik dijalan mempejuangkan agama Allah. Mereka berupaya untuk menjatuhkan para tokoh jihad tersebut, seperti Syaikh yang tertawan Sulaiman Al-UlwanSyaikhAbu Muhammad Al-Maqdisi dan Abu Qatadah Al-Filisthini, DR. Iyad Qunaibi, SyaikhAbdul Aziz At-Tharifi, Syaikh Yusuf Al-Ahmad dan lain-lain.
  93. Bahkan mereka sampai berupaya untuk menjatuhkan [Syaikh Aiman Az-Zhawahiri, edt] yang telah menghabiskan usianya di medan jihad dan melalui perantaraan tangannya Allah menakdirkan hidupnya kembali ruh jihad di tengah umat Islam, sebagian mereka mulai mengolok-olok dan mengejek beliau!!!
  94. Saya bertanya kepada Anda dengan nama Allah….
  95. Tidakkah Anda bertanya-tanya: Kenapa setiap kali seorang ulama dan seorang mushlih (juru damai) menyelisihi Daulah dalam tindakan-tindakan dan kezaliman-kezaliman yangdilakukan oleh Daulah, tiba-tiba muncul orang untuk menjatuhkan ulama dan mushlih tersebutdan menuduhnya guna memalingkan masyarakat dari kebenaran yang dikatakan olehulama dan mushlih tersebut?
  96. Ulama ini dikata-katai: Ia jauh[dari Syam], tidak mengetahui realita! Ulama lainnya dikata-katai: Ia tawanandalam penjara, berita yang disampaikan kepadanya tidak sesuai kenyataan! Ulamaketiga dikata-katai: Ia memusuhi [Daulah]! Ulama keempat dikata-katai: ia orangbaru, tidak mengetahui kancah lapangan! Pada akhirnya tidak ada seorang punyang selamat dari kritikan tersebut kecuali orang yang sependapat denganDaulah!!!
  97. Sesungguhnya saya, demi Allah, belum pernah melihat para ulama jihad di muka bumi bersepakat dalam mengkritik sebuah proyek Islami dan penyimpangannya sebagaimana bersepakatnya mereka dalammengkritik proyek Daulah di Syam.
  98. Adapun sikap-sikap saya sebelum sayaberjihad [di Syam, yaitu dukungan beliau kepada ISIS, edt] maka sesungguhnya saya menuliskan di akun twitter bagi publik tanpa melakukan basa-basi dan tanpa kompromi, bahwasanya saya belum pernah menuliskannya dan apa yang sebelumnyatelah saya tulis maka sesungguhnya saya telah menariknya kembali. Meskipun demikian tuduhan masih saja datang selama keadaan masih seperti ini. Sebab setiap orang yang menyelisihi [Daulah] langsung dikritik dan dijatuhkan.
  99. Demi Allah, hal itu tidak akanmembahayakan! Sebab saya datang untuk menolong agama Allah dan menyatakankebenaran yang saya yakini dalam agama Allah dengan lantang, dan agar sayameraih mati syahid dengan izin Allah, dalam menghadapi musuh-musuh Allah danmenegakkan syariat Allah, dengan maju tanpa berpaling mundur.
  100. Barangkali akan ada orang yangberupaya melakukan pengkaburan atau memalingkan kesaksian saya ini darizhahirnya, namun saya demi Allah akan mendebat Anda dengan kesaksian ini dihadapan Allah…Maka bacalah kesaksian saya ini dengan ketulusan karena Allah,kemudian ambilah keputusan! Allah mengetahui betapa banyak saya akan menghadapikesulitan karena sikap saya ini, namun saya telah menuliskannya sehingga iatidak akan lagi menjadi beban memberatan tengkuk saya pada hari kiamat kelak.
  101. Saudaraku yang tercinta…
  102. Allah mengetahui bahwa saya tidakmemusuhi proyek tegaknya Khilafah Islamiyah, justru demi tegaknya KhilafahIslamiyah kita mempersembahkan darah dan nyawa kita. Namun tegaknya KhilafahIslamiyah dengan Manhaj Nubuwwah, bukan dengan membuat masyarakat larimenjauhi, menzalimi mereka, memecah belah barisan jihad dan menolakinisiatif-inisiatif berhukum kepada syariat Allah dengan dalih-dalih yangsangat lemah, yang Allah tidak menurunkan dalil tentangnya, yang tidak bisamenjadi hujah bagi pelakunya.
  103. Saudaraku… Allah mengetahui bahwasesungguhnya saya termasuk orang yang paling mendukung Daulah Islam di Irak,dan dahulu saya telah mendustakan setiap berita buruk yang disebarluaskantentangnya, dan saya masih tetap tidak menilainya di Irak, sebab ia adalahperkara yang saya tidak menyaksikannya sendiri.
  104. Bahkan orang jauh dan orang dekattelah memberikan kesaksian bahwa Daulah Islam telah menimbulkan kerugian yangsangat besar pada musuh-musuh Allah di Irak, menghinakan Amerika dan Rafidhah,dan membebaskan tawanan kaum muslimin di Irak.
  105. Adapun di Syam, demi Allah Yangtiada Ilah yang berhak disembah selain Dia, saya mengucapkan kesaksian saya inidi hadapan masyarakat berdasar apa yang saya lihat langsung agar sayamelepaskan tanggungjawabku kelak pada hari aku berdiri di hadapan Allah…
  106. Demi Allah Yang nyawa saya berada ditangan-Nya, saya bukanlah milisi Shahwat, bukan Sururi dan bukan pula Murjiah—-seperti yang akan mereka klaim setelah penjelasan saya ini—, namun sayaadalah orang yang mengatakan kebenaran dan menyuarakannya secara lantang,dengan izin Allah…
  107. Saya mengatakannya bersama dengansaudara-saudara saya yang sependapat dengan saya, dan sekali-kali saya tidaktakut celaan orang yang mencela selama saya di jalan Allah, dan pemimpin parasyuhada’ adalah seorang laki-laki yang menemui pemimpin yang zalim, lalu iamemerintahkan [yang ma’ruf] dan mencegah [yang mungkar] kemudian pemimpin itumembunuhnya.
  108. Wahai saudaraku, mujahid….Sesungguhnya saya setelah menyebutkan semua ini dalam penjelasan ini, tentangpenolakan Daulah terhadap inisiatif-inisiatif berhukum kepada syariat Allah darikezaliman-kezaliman yang saya lihat secara langsung… Sesungguhnya saya memintakepada Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi bersumpah dengan nama Allah untuk reladengan seluruh Mahkamah Islamiyah di Syam, sebagai bentuk pelaksanaan dariperintah Allah Ta’ala yang telah berfirman:
  109. إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَإِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُواسَمِعْنَا وَأَطَعْنَا
  110. Sesungguhnya jawaban orang-orangmukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum(mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan Kami patuh”.Dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung. (QS. An-Nur [24]: 51)
  111. Maka hendaklah kita mengatakan:“Kami mendengar dan kami menaati”, hendaklah kita rela dengan MahkamahIslamiyah di Syam agar Mahkamah Islamiyah mengkaji perselisihan yang terjadipada waktu yang telah lalu dan peristiwa-peristiwa terbaru yang terjadi, dimanaorang yang berbuat kebajikan maupun orang yang berbuat kejahatan berhukumkepadanya, sebagaimana masyarakat berhukum kepada Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa salam, baik orang yang shalih maupun orang yang bermaksiat.
  112. Maka barangsiapa yang menerima untukberhukum kepada syariat Allah, hendaklah ia melakukannya, apapun akidahnyaselama qadhi yang memutuskan perkara adalah orang yang adil, lurus manhajnyadan bersih akidahnya. Tolok ukur penilaiannya adalah qadhi yang memutuskanperkara, bukan orang yang meminta putusan perkara.
  113. Jika beliau [Syaikh Abu BakarAl-Baghdadi] tidak menerima hal ini, maka saya bergabung dengan para pemimpinjihad dan ulama jihad, terutama dengan pemimpin mereka Syaikh AimanAz-Zhawahiri, Syaikh yang tertawan Sulaiman Al-Ulwan, Syaikh Abu MuhammadAl-Maqdisi, Abu Qatadah Al-Filisthini dan lain-lain dari kalangan para ulamakita dan syaikh kita yang mulia.
  114. Saya bergabung dengan mereka semuadan saya meminta kepada Al-Akh Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi agar pada hari inimengambil sikap yang dipuji oleh penduduk bumi, dengannya darah kaum muslimindilindungi dan agama Allah ditolong, agar Daulah Islam tetap berada di Iraksebagai duri dalam tenggorokan Rafidhah dan duri bagi jalan Barat, danhendaknya Jabhah Nushrah di Syam sebagai pihak yang melanjutkan proyek Islamiuntuk mengembalikan Khilafah di irak, sehingga kita bersama-sama berangkatuntuk menerapkan syariat Allah di muka bumi dan mengembalikan KhilafahIslamiyah yang terampas.
  115. Sesungguhnya saya meminta kepadamudengan nama Allah, wahai saudaraku mujahid dan saudaraku pendukung jihad yangberada di luar negeri Syam, untuk bergabung dengan proyek umat di Syam yangtelah dimulai oleh Syaikh Usamah, kemudian dilanjutkan oleh Syaikh AimanAz-Zhawahiri, kemudian di atas jalannya melangkah di syam Syaikh Al-FatihAl-Jaulani, dan hendaknya Anda bergabung dengan kelompok yang manhajnya jelasbagi tegaknya Daulah Islam di muka bumi, seperti Jabhah Nushrah, atau AhrarAsy-syam, atau brigade-brigade Islam lainnya yang dicintai oleh rakyat [Syam].
  116. Kelompok-kelompok itu telahmengumumkan dengan jelas usahanya untuk menegakkan syariat Allah di muka bumidan menegakkan Khilafah Islamiyah, pengkufurannya terhadap batas-batasperjanjian Sykes-Piccot. Saya mengetahui bahwa keputusan seperti ini akanterasa berat bagi jiwa dan sulit baginya, namun demi Allah ia adalah keputusanyang memenangkan maslahat umat atas kepentingan pribadi, dan sesungguhnya orangyang mampu meninggalkan dunianya dan berpisah dengan keluarganya demi menolongagama Allah pastilah mampu untuk mengambil keputusan seperti ini.
  117. Bukankah Jabhah Nushrah berjuanguntuk menegakkan Daulah Islamiyah dan ia memiliki dukungan sangat besar dilapangan?
  118. Kenapa kita tidak menolong proyeknyauntuk kita menegakkan Daulah Islamiyah dan Khilafah di muka bumi, dimanamasyarakat akan bersama-sama dengan kita menegakkannya secara sukarela, tanpapaksaan dan intimidasi.
  119. Apakah kita akan menolong agamaAllah dengan berpecah belah dan berselisih ataukah dengan mendukung proyek yangAllah takdirkan mendapatkan dukungan rakyat?
  120. Demi Allah, keluarlah Anda pada hariini dan lihatlah bagaimana rakyat sangat mencintai Jabhah Nushrah! Bukankahlayak jika kita mendukung proyeknya dalam menerapkan syariat Allah???
  121. Sesungguhnya persoalannya bukanlahpersoalan perasaan-perasaan dan slogan-slogan semata, namun merupakan persoalanproyek yang nyawa-nyawa kita, darah-darah kita dan tulang belulang kita hancurdemi membelanya.
  122. Sebagaimana telah dikatakan olehSyaikh Aiman Az-Zhawahiri: “Kami tidak datang untuk memerintah di Syam,namun agar syariat Allah menjadi penguasa di Syam.”
  123. Saya bertanya kepada Anda dengannama Allah… apakah mayoritas ulama jihad dan ulama di muka bumi berada di ataskebatilan dan kesesatan ketika mereka mengkritik proyek Daulah di Syam[ISIS]???!!
  124. Memang benar, standar penilaianbukan berdasarkan banyaknya jumlah orang, namun saat ini kita tengahmembicarakan para ulama rabbaniyyun yang telah banyakmendapatkan ujian dalam perjuangan membela agama Allah dan telah dikenal luaskepeloporan mereka dalam mendukung jihad dan mujahidin.
  125. Wahai mujahidin… Sesungguhnya sayamengatakannya setelah saya melihat sendiri secara langsung semua perkara yangsaya sebutkan tadi. Dan saya akan dimintai pertanggungjawaban tentang hal itudi hadapan Allah Ta’ala pada hari perhitungan.
  126. Sesungguhnya ini adalah kesaksianuntuk Allah, kemudian untuk sejarah.
  127. Dan dalam penutupan kesaksian ini,saya memohon dengan nama Allah kepada setiap orang yang mendengar penjelasansaya ini atau membacanya, agar ia menyebarluaskannya sebagai bentuk melepaskantanggungjawab di hadapan Allah dan menolong agama Allah serta sebagai kesaksiankepada Allah.
  128. Hanya kepada Allah semata kitamemohon pertolongan
  129. AllahMaha Melaksanakan urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya
  130. YaAllah, bukankah telah aku sampaikan? Ya Allah, jadilah Engkau sebagai saksi
  131. YaAllah, bukankah telah aku sampaikan? Ya Allah, jadilah Engkau sebagai saksi
  132. YaAllah, bukankah telah aku sampaikan? Ya Allah, jadilah Engkau sebagai saksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: