Tekun untuk Sukses

Problematika bisnis cukup beragam. Ditambah lagi, persoalan pribadi seringkali menggembosi semangat aktivitas lainnya. Akibatnya, dari satu persoalan ke persoalan lainnya menjadi tidak terselesaikan. Kalaupun selesai seringkali terwujud dengan hasil yang kurang maksimal.

Efek ini pun merambat pada sikap optimisme. Persoalan yang tidak segera terselesaikan dengan kuantitas tinggi menyebabkan rasa putus asa menghinggapi. Sikap putus asa akan menggelayuti pikiran dan memotivasi untuk segera menyerah saja. Impian yang hendak dibangun pun akhirnya runtuh.

Padahal, impian seseorang itu tidaklah akan berhasil tanpa adanya ketekunan. Ketekunan akan memberikan hasil terbaik, sekalipun hasil itu harus ditempuh dengan banyak kegagalan. Tekun ibarat kendaraan utama untuk menuju ke tujuan puncak.

Bayangkan bila Anda langsung menyerah tatkala menghadapi satu kegagalan dalam bisnis. Mungkin impian Anda menjadi seorang pebisnis ulung. Tapi, kalau Anda memutuskan berhenti ketika menyerah menghadapi satu tantangan, maka jangan harap Anda hidup sebagai pengusaha kaya yang bisa membantu kaum muslimin di sekeliling Anda. Dan, yang bisa Anda hitung cuma kerugian. Rugi waktu, tenaga, pikiran, dan sebagainya.

Ketekunan itu mengabaikan sikap putus asa dalam diri. Anda harus menyadari, untuk mencapai impian utama kadang tidak mulus jalannya. Rintangan masalah yang ada, harus Anda hadapi dengan berbagai konsekuensinya. Setapak demi setapak rintangan inilah yang akan mengantarkan Anda menuju kesuksesan yang Anda harapkan.

Rintangan akan memiliki levelnya masing-masing. Ketika Anda masih memulai bisnis, mungkin permasalahan terletak pada mencari pangsa pasar. Setelah pasar Anda ketemu, rintangan selanjutnya pasti sudah menanti. Misalnya, persoalan memasarkan produk. Bahkan, setelah kondisi usaha Anda mapan, masalah-masalah lain sudah menanti Anda. Dan, ketekunan Anda untuk menantang dan menghadapi berbagai tahapan ini yang mengantarkan Anda untuk menggapai impian.

Thomas Alva Edisson, penemu lampu bolam, mengatakan, banyak kegagalan hidup yang dialami manusia disebabkan mereka tidak mengetahui jika sebenarnya selangkah lebih dekat dengan kesuksesan. Ini terjadi ketika mereka kemudian menyerah dan pasrah pada kegagalan. Kurangnya ketekunan menjadi penyebab utama kegagalan. Kelemahan hanya hanya bisa dikalahkan dengan usaha dan kerasnya keinginan seseorang.

Menurut Napoleon Hill, ketekunan itu bisa dipelajari. Seseorang bisa belajar untuk menjadi tekun. Sumber ketekunan bisa diawali dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  1. Kepastian tujuan. Langkah pertama untuk mengembangkan ketekunan adalah mengetahui dan memahami yang Anda inginkan. Tujuan akan memaksa seseorang untuk mengatasi berbagai kesulitan.
  2. Keinginan. Keinginan adalah sarana memelihara ketekunan. Keinginan yang kuat akan mengalahkan kemalasan. Keinginan membuat Anda mengejar sasaran yang Anda inginkan dengan tekun.
  3. Kemandirian. Keyakinan dan kepercayaan pada diri sendiri akan membuat Anda berbuat dan bertindak untuk mencapai keinginan dan rencana Anda dengan tekun sampai selesai, tanpa tergantung pada orang lain.
  4. Kepastian rencana. Rencana yang tersusun dengan jelas dan rapi mendorong Anda untuk tekun melaksanakannya.
  5. Pengetahuan akurat. Dengan mengetahui cara dan strategi meraih tujuan, bisa mendorong Anda untuk tekun. Anda bisa memperoleh pengetahuan secara otodidak maupun maupun belajar dari pengalaman orang lain. Langkah ini lebih baik untuk dilakukan daripada Anda hanya hanya menebak keefektivan suatu langkah.
  6. Kerjasama. Simpati dan pengertian terhadap orang lain akan mendorong ketekunan Anda untuk mencapai tujuan.
  7. Kekuatan kemauan. Kemauan yang kuat dan terfokus untuk mencapai tujuan, akan menimbulkan ketekunan dalam diri Anda.
  8. Kebiasaan. Ketekunan adalah akibat dari kebiasaan. Pikiran Anda menyimpan informasi tentang keberhasilan ataupun kegagalan yang Andaa miliki. Rasa takut dan malas, hanya bisa dikalahkan dengan keberanian melakukan pengulangan tindakan.

Sifat tekun ini bisa mendatangi setiap orang. Dia tidak mengenal batasan usia, kasta, atau apapun itu. Bahkan, ketekunan tidak memerlukan kelulusan dari jenjang pendidikan tinggi. Sifat ini bisa dimiliki oleh seseorang yang ingin mendapatkan impian yang dipendamnya. Ketekunan bersifat universal.

Ketekunan adalah kemampuan untuk tetap bertahan ditengah tekanan dan kesulitan yang dialami. Kepandaian seringkali tidak berbanding lurus dengan prestasi seseorang. Ketekunan lebih menentukan. Banyak kejadian, seseorang yang tidak terlalu pandai justru dapat menunjukkan prestasi lebih baik dibanding seseorang yang mengandalkan kepandaian semata. Idealnya, seseorang punya keduanya.

Tekun adalah salah satu sifat dari orang sukses. Orang yang sukses di bidang apapun pasti memiliki sifat ini. Dengan tekun, orang akan terjauh dari sifat putus asa. Orang senantiasa setia terhadap tanggung jawabnya. Pekerjaan yang sulit pun akan menjadi menyenangkan.

Ketekunan memiliki posisi sangat penting dalam setiap manusia sukses. Banyak manfaat yang dapat diambil jika kita memiliki sifat ini. Manfaat tersebut antara lain:

  1. Menumbuhkan jiwa sabar bagi seseorang.
  2. Membuat pekerjaan menjadi menyenangkan.
  3. Pekerjaan akan terselesaikan dengan baik.
  4. Memotivasi untuk terus berkembang.
  5. Membuat orang mempercayai pekerjaan Anda.

Sekarang waktunya bagi Anda untuk mengubah cara Anda memandang masalah. Jangan hindari masalah. Tapi, hadapilah masalah-masalah tersebut dengan keyakinan dan keberanian. Dan, impian yang sudah ada di pikiran Anda itu secara perlahan akan tercapai. Buah-buahan yang rasanya manis sekalipun, sebelumnya juga akan menemui rasa yang asam. Maka, untuk bisa mencapai tujuan utama yang Anda susun, Anda juga hakan merasakan pahit getirnya perjuangan. Itu semua bisa Anda lalui dengan ketekunan. (Ilham)

Sumber: Majalah Cetak Pengusaha Muslim Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s