MOTIVASI

Kegagalan adalah kekasih hatinya Keberhasilan

” Hanya 1 yang membuat mimpi menjadi mustahil untuk diraih : Takut akan kegagalan ”
Only one thing makes a dream impossible to achieve: the fear of failure / Sólo una cosa hace un sueño imposible: el miedo al fracaso ( quote from “The Alchemist”, Paulo Coelho )

Rasa takut akan kegagalan membuat kita tidak berani mengambil langkah awal untuk memulai. ” Gugur sebelum berperang ” atau ” Layu sebelum berkembang “. Bagai papan catur, bidak pun tak kunjung maju. Bila kita tidak punya keberanian untuk memulai, lalu bagaimana kita akan tahu apa kita berhasil ?

Meski bukan hal yang menyenangkan, kegagalan bukanlah suatu hal yang menyeramkan. Kegagalan adalah tiket menuju kesuksesan. Kegagalan adalah kunci, adalah pintu, dan adalah sebuah proses kehidupan. Kegagalan adalah daging kecil dari manusia yang tidak bisa dihindari dan terus menjadi bagian dari kehidupan manusia. Tak ada yang lepas darinya karena itu fitrah. Bagai dua sisi mata uang, gagal dan berhasil. Diperlukan jatuh untuk kita belajar berdiri dengan tegak, Begitu pula untuk berhasil, diperlukan suatu kegagalan yang indah. Ya, gagal itu indah. Gagal ada agar kita menghargai apa itu kesuksesan. Tanpa Gagal, tak ada rasa manis dan kenangan dalam keberhasilan. Untuk mendatangkan keberhasilan, maka rayulah dahulu kegagalan. Karena ” Kegagalan adalah kekasih abadi keberhasilan ” ( Junifarn ).

Mengapa kita terus gagal?
Berhenti menyalahkan diri sendiri, Petani yang bijak tidak menyalahkan cangkulnya bila gagal panen ( kutipan indah dari mantan Kepala SMA kami dulu Bpk Drs. Somat saat upacara bendera ), Begitu pula jangan salahkan lantai bila tak pandai menari. Mungkin keberhasilan akan mendatangimu pada kegagalanmu yang kesekian kalinya. Seperti apa yang terjadi pada orang besar terdahulu, Thomas Alva Edison. Beliau menjalani 999 kali percobaan yang semuanya gagal. Tapi dengan semangat pantang menyerah beliau tetap melakukan percobaannya yang ke 1000. Alhasil terciptalah lampu pijar yang kita gunakan saat ini. Bayangkan bila ia menyerah pada saat itu tanpa melakukan kali yang ke 1000 pasti saat ini kita akan tetap berada dalam kegelapan yang pekat gulita ketika malam. Percayalah ” Keberhasilan pasti akan singgah pada mereka yang sudah kenal akrab dengan kegagalan, namun tetap terus mencoba dan melanjutkan. Karena kesuksesan itu bisa jadi 1 dari 999 kegagalan, atau 1 dari 99 , atau dari 9 atau malah hanya 1 dari 2 kemungkinan ” ( Junifarn ). Maka cobalah, terus mencoba temukan keberhasilan itu, dan ” jangan takut untuk gagal “. Kelak jika kamu telah sukses, jangan lupakan pula kegagalan. Bagaimanapun juga kamu patut berterimakasih padanya karena ia telah dengan sukarela mengajari dan menggurui kita semua. Kita yang mau menganggapnya sebagai hikmah.


” Tetapkan Tujuan Hidup ”

»§«-´¯`-.,¸¸,»» Oleh Nur Sahid

Dear all,

“Without goals, and plans to reach them, you are like a ship that sail with no destination” —       (” Tanpa Sasaran dan rencana untuk melakukannya, Anda seperti sebuah kapal berlayar tanpa tujuan “)  Itulah perumpamaan bagi orang yang tidak punya tujuan dalam hidupnya.

Banyak orang menjalani kehidupannya, tapi tidak tahu arah hidup
yang ingin ditujunya. Mereka adalah apa yang
kemudian dilakukannya. Bila sesuatu hal buruk terjadi,
mereka akan berdalih nasib tak berpihak padanya.

Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan hidupnya pada
usia tua. Sangat disayangkan memang.

Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan dalam
hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu adanya
perubahan tersebut… hingga akhirnya tujuan hidupnya
tidak tercapai!

Sebenarnya, tidak masalah jika kita harus mengubah tujuan
hidup beberapa kali. Hal yang terpenting adalah setiap saat
kita mempunyai tujuan hidup yang ingin dicapai. Setidaknya
kita tahu ke mana kita akan berjalan dan strategi apa yang
harus diambil.

5 Cara Yang Bisa Anda Pakai Untuk Menetapkan Tujuan Hidup:

1. Tanyakan pada nurani Anda, apa sebenarnya keinginan
Andauntuk beberapa tahun ke depan? Tidak ada salahnya
Anda bermimpi. Anda tidak perlu malu mengakuinya,
lagipula, tokh tidak ada biaya yang harus Anda keluarkan
untuk sekedar bermimpi. 😉

2. Kumpulkan informasi yang bisa membantu Anda untuk bisa
mencapai tujuan tersebut. Jika ada orang lain yang sudah
berhasil melakukan yang Anda inginkan, belajarlah dari
mereka. Lakukan apa yang mereka kerjakan!

3. Jangan hanya diam, lakukan sesuatu dan secara terus
menerus yang akan membawa Anda pada impian hidup.

4. Jika cara yang Anda lakukan terbukti efektif dan
mendekatkan pada tujuan yang ingin dicapai, maka alangkah
baiknya jika Anda berusaha untuk meningkatkan
kemampuan dan menambah kecepatan kerja agar tujuan hidup
Nursahid lebih cepat tercapai.

5. Jika hal di atas Anda lakukan secara terus menerus
tanpa lelah dan bosan, Insya-Allah Anda akan mendapatkan
tujuan hidup yang  diinginkan.
Anda ibaratnya adalah seorang ‘pemahat’ atas gambaran
kehidupan Anda sendiri. Dan seorang pemahat yang baik akan
selalu memiliki ‘planning’ terlebih dahulu untuk
mendapatkan hasil yang terbaik.

Dalam hal ini, Anda pun hanya bisa sebesar dan sebahagia
sebagaimana tujuan yang telah Anda tentukan. Oleh sebab
itu, pahatlah diri Anda dengan sebaik-baiknya! 🙂

+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+

************** RESOURCE BOX ********************

Tentukan Perubahan – Jangan Menunggu!

by Nursahid,

Banyak orang yang suka mengeluh dalam
hidupnya. Misalnya, dengan menyalahkan
nasib buruk yang menimpanya.

Tentu saja cara ini tidak akan pernah menjadikan
kehidupannya menjadi lebih baik, bukan?

Ada pepatah bijak mengatakan :

“You can not chance the wind direction,
but you can only chance your wing
direction”

Kita  tidak akan pernah bisa merubah
arah angin, yang dapat kita lakukan
adalah mengubah arah sayap.

Dengan kata lain…

‘Realita’ kehidupan tidak akan berubah
kecuali kita sendirilah yang mengubah
‘sudut pandang’ terhadap realita yang ada!

Fakta: “Tidak ada seorang pun yang
memilih kita untuk sukses. Kita sendirilah
yang menentukan pilihan tersebut!”

Kebanyakan orang akan tertarik sejenak
ketika diingatkan akan hal di atas, tapi
kemudian berlalu kembali…. Sementara
waktu terus berjalan, dan akhirnya tidak
pernah ada perubahan dalam hidupnya!

Sangat disayangkan.

Seringkali orang tidak berani melakukan
perubahan dalam hidupnya. Dia hanya
menunggu, dan menunggu adanya
perubahan tersebut.

Menunggu bantuan orang lain, menunggu
bantuan teman untuk mendapatkan
pekerjaan yang enak, sampai menunggu
warisan 😉

Sekarang logikanya, jika memang hanya
dengan menunggu perubahan itu akan
datang, maka jumlah orang sukses
seharusnya jauh lebih banyak.

Bukankah kenyatannya tidak demikian?

Lalu, jika ingin sukses, apa yang
seharusnya kita lakukan?

Ciptakan perubahan!

Jangan selalu menunggu orang lain.

Berikut beberapa tips yang bisa membantu
kita untuk menciptakan perubahan:

1. Do your best, whatever happens
will be for the best!

Lakukan dan selesaikan semua tugas
dan pekerjaan semaksimal mungkin,
bukan hanya terus menunggu dan
berharap.

Lakukan semuanya dengan tujuan
untuk selalu mendapatkan hasil *terbaik*
yang bisa Anda capai!

2. Mulai buat jaringan seluas-luasnya.

Dengan banyak mengenal orang,
maka pengetahuan kita akan semakin
bertambah.

Seseorang yang kelihatannya sederhana
bisa jadi menyimpan kedalaman ilmu
yang tidak kita duga!

Oleh sebab itu, alangkah bijaknya jika
kita menjadikan ‘setiap orang adalah guru’
dan kehidupan ini adalah universitasnya.

3. Berusahalah selalu untuk bersikap proaktif.

Sikap ini sangat diperlukan jika ingin
mendapatkan kesempatan yang lebih
luas dan cepat dalam berbagai macam hal!

4. Bersikaplah Fleksibel.

Cobalah untuk memahami suatu hal
dari berbagai sudut pandang. Jangan
terpaku pada satu cara, yang bisa jadi
tidak lagi relevan kita gunakan.

Dengan bersikap fleksibel, wawasan
kita akan semakin bertambah.

Satu hal penting yang harus selalu diingat:
Kita-lah yang memutuskan untuk berubah.
Kita-lah yang menentukan menjadi sukses,
bukan orang lain!

Jika pilihan sukses tidak pernah kita ambil,
maka orang lain akan mengambil pilihan tersebut.
Dan, kita akhirnya hanya akan menyaksikan
kesuksesan mereka, tanpa pernah merasakannya…

Bukankah Anda tidak berharap demikian?
Jika memang tidak, tentukan perubahan…
MULAI HARI INI. Jangan terus menunggu! ^_^

Sukses untuk Anda 🙂

************** RESOURCE BOX ********************

So, Di Mana Tempat Terbaik Kita?

oleh: Nur Sahid

Dimanapun kita berada, maka disitulah

tempat terbaik kita..!

Seringkali kita merasa terkungkung
dengan lingkungan dimana kita berada.

Tidak jarang orang berpikir dan merasa
bahwa tidak mungkin bagi mereka untuk
bisa meraih sukses.

Misalnya mereka yang hidup di daerah
terpencil, merasa susah, dan jauh untuk
mendapat sentuhan teknologi, atau
menerima informasi terbaru dengan cepat.

Hingga berpikir, begitu susahnya
berjuang dan mengembangkan usaha.

Sebaliknya, mereka yang hidup di kota
besar berpikir betapa sesaknya dunia.
Begitu ketatnya tingkat persaingan
hidup.

Dimana pun berada, saling sikut, saling
senggol, saling tendang. Hingga akhirnya
memutuskan, memang susah untuk menjadi
yang terdepan.

Dalam berjuang segala sesuatunya memang
seringkali tidak sesuai keinginan kita.
Bisa jadi kita merasa lingkungan tidak
lagi ramah, dan kondisinya tidak nyaman.

Padahal sesungguhnya, dimanapun kita
berada, pahami bahwa ITULAH tempat
terbaik kita. Tempat dimana kita hidup,
tempat di mana kita memperjuangkan apapun
yang kita inginkan.

Sekarang, mari kita renungkan sejenak…

1. Jika kita selalu saja berpikir bahwa
tempat lain adalah lebih baik, maka
sampai kapan kita akan mulai berjuang?

2. Jika kita selalu saja menunggu
datangnya kesempatan emas di tempat
lain, berapa banyak waktu yang
terbuang, hanya sekadar untuk
menunggunya?

3. Jika kita selalu saja menunda apapun
yang bisa kita lakukan di tempat kita
berada sekarang, maka berapa banyak
kesempatan yang terbuang percuma?

Dan masih banyak lagi hal yang perlu
kita renungkan..!

Karenanya, jika saja kita mau berpikir

bahwa inilah tempat terbaik kita, maka

kita akan memiliki kesadaran dan kemampuan
untuk membuat segala sesuatunya menjadi

lebih baik, lebih bernilai, dan penuh arti!

Anda  temanku…

Kita semua memiliki kesempatan emas untuk
menjadi besar & benar dimana saja… asal,

kita mau memperjuangkannya!

************** RESOURCE BOX ********************

Seperti Apa Anda Mengukir Sejarah?
oleh: Nur Sahid

“The difference between a successful
person and others is in a lack of will”
~ “Perbedaan antara orang sukses dan orang lain adalah akan kekurangannya”

kebanyakan manusia cukup puas
hanya dengan…

Lahir – Hidup – dan lalu meninggal.

Hingga akhirnya yang tertinggal hanya
tiga baris di batu nisannya :

Si A, lahir tanggal sekian, dan meninggal
tanggal sekian!

Inginkah Anda menjalani hidup apa
adanya seperti itu?

Seperti apa Anda mengukir sejarah?

Ada 3 hal yang bisa membedakan Anda
dengan kebanyakan orang dalam mengukir
sejarah, yaitu…

Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan.

1. Kemauan

Kemauan menjadi kata kunci yang paling
penting dalam menentukan sejarah hidup
Anda.

Anda mau menjadi apa? Seperti apa? dan
di mana? Tentunya hanya Anda yang
paling mengetahuinya!

Cobalah catat semuanya. Baik itu
melalui memori, diary, atau melalui
selembar kertas sekali pun! Nursahid pasti
punya kemauan!

Jangan pernah katakan Anda tidak punya
kemauan
. Hidup itu terlalu pendek untuk
disia-siakan.

2. Keilmuan

Percaya, segala sesuatu itu pasti ada
ilmunya! Jika Anda punya kemauan dan
memiliki ilmunya, maka segala usaha
akan tercapai dengan lebih baik.

Itu sebabnya Anda harus mau belajar
dan belajar. Anda bisa belajar dimana
saja, kapan saja, dan dengan siapa
saja.

Ingat, tidak pernah ada kata terlambat

untuk belajar, mengenal, memahami, dan
mengamalkan sesuatu hal yang bermanfaat
bagi kehidupan Anda, begitu juga bagi
orang lain.

Dan satu lagi….

3. Kesempatan

Jika kemauan ada, keilmuan ada, maka
tinggal kesempatanlah yang memutuskan
apakah Anda bisa mengukir sejarah
dengan baik atau tidak.

Kesempatan ini bisa datang dari mana
saja, tergantung kecekatan Anda dalam
memanfaatkan setiap peluang yang ada.

Kita tahu, seringkali kesempatan itu
hadir, tapi kita tidak mampu
memanfaatkannya dengan benar, karena
keilmuannya kurang, meski keinginan
kita itu sebenarnya sudah besar.

Jika ini terjadi, tidak jarang orang
menyesal dan kadang menjadi berfikir
bahwa nasib selalu tidak berpihak
padanya.

Sebenarnya tidak demikian Anda! Dia
hanya tidak tahu bagaimana cara
menyatukan 3K! Yaitu…

Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan!

Nah, sekarang Anda tahu, apa yang
harus dilakukan untuk bisa mengukir
sejarah dengan baik dalam hidup Anda!

Padukan antara kemauan, keilmuan dan
kesempatan. Jika kemauan sudah ada,
keilmuan sudah ada, maka kesempatan itu

sebenarnya bisa dicari dan diupayakan!

Dan percaya… ketika ketiga unsur ini
berpadu dalam hidup Anda, maka sejarah
kebesaran tentang  telah dimulai. 🙂

Selamat mencoba! semoga bermanfaat….

Terima kasih yang sudah berkunjung di blog saya, dan silakan berkomentar sesuai dengan unek-unek anda…….

************** RESOURCE BOX ********************

Uang BUKAN satu-satunya faktor yang memotivasi orang untuk bekerja!

Sebagian besar orang bekerja untuk mendapatkan uang. Tidak disangkal bahwa gaji dan kompensasi finansial merupakan faktor penting ketika memilih pekerjaan dan memutuskan bertahan atau keluar dari  tempat kerja Namun, harus diingat bahwa uang bukanlah segalanya.

Apakah yang memotivasi seorang karyawan dan apa yang tidak memotivasi dia?

Faktor-faktor mendasar

Gaji pokok yang pantas dan lingkungan kerja yang aman hanyalah faktor-faktor mendasar yang membuat orang ingin bekerja di perusahaan Anda. Tanpa faktor-faktor ini, orang tidak ingin bekerja untuk Anda! Jadi, jika Anda seorang manajer atau pemilik bisnis, jangan salah mengasumsikan bahwa hanya karena memberikan upah yang pantas kepada para karyawan Anda (UMR atau sedikit di atas UMR, atau mengikuti standar pasar), Anda dapat mengharapkan mereka termotivasi bekerja. Salah! Orang tidak termotivasi oleh gaji pokok!

Faktor-faktor yang memotivasi orang untuk bekerja

Jika Anda mengharapkan para karyawan Anda termotivasi, Anda harus memberikan hal berikut ini:

  • Pekerjaan menantang yang memungkinkan orang mengembangkan kemampuannya.
  • Lingkungan yang mendukung orang untuk belajar.
  • Lingkungan tempat orang dapat menikmati interaksi dengan rekan-rekan sekerja
  • Lingkungan yang menumbuhkan sikap menghormati diri sendiri dan orang lain
  • Pengakuan atas prestasi mereka

Bila faktor-faktor tersebut ada dalam pekerjaan, para karyawan akan termotivasi untuk bekerja. Jika tidak, mereka hanya melakukan pekerjaan untuk mencari nafkah.

Oleh sebab itu, seorang manajer harus mengetahui perbedaan antara faktor-faktor pokok dan faktor-faktor yang memotivasi orang untuk bekerja. Sekarang, perhatikan tempat kerja Anda, apakah Anda hanya menyediakan faktor pokok atau faktor yang memotivasi orang untuk bekerja?

Salah satu faktor penting yang memotivasi orang untuk bekerja adalah pengakuan atas prestasi. Pengakuan dapat diwujudkan dalam bentuk imbalan atau penghargaan. Ada 1001 cara untuk menunjukkan bahwa Anda menghargai prestasi karyawan. Misalnya: insentif finansial, hadiah, cuti, liburan gratis, kesempatan bekerja di kantor atasan selama seminggu, diperkenalkan dengan CEO dan makan siang bersamanya, dsb.

Memberi Penghargaan

Cara Anda memberikan penghargaan sama pentingnya dengan penghargaan itu sendiri. Orang sangat menyukai perayaan, pesta, dan keriuhan. Jadi, perhatikan cara Anda memberikan penghargaan. Jika tidak, semua usaha Anda akan sia-sia dan karyawan Anda tidak merasa bahwa Anda benar-benar menghargainya. Berikut ini beberapa ide untuk memastikan bahwa karyawan Anda merasa dihargai dan diakui ketika ia menerima penghargaan.

  1. Pilihlah orang yang tepat untuk memberikan hadiah. Orang yang memberikan penghargaan tidaklah selalu harus CEO. Pilihlah orang yang istimewa di mata penerima penghargaan. Idealnya, pilihlah seseorang yang mengenal karyawan secara pribadi. Ada baiknya meminta pelanggan yang biasa dilayani si penerima penghargaan dan merasa puas atas layanannya untuk menyerahkan penghargaan. Penyerahan penghargaan ini disertai pidato singkat yang menyatakan bahwa karyawan ini benar-benar pantas menerima penghargaan. Dapatkah Anda membayangkan jika ibu (atau bahkan kakek) si karyawan ini secara diam-diam diundang untuk menyerahkan penghargaan kepadanya di atas panggung! Pengalaman yang benar-benar menyentuh perasaan dan tidak akan terlupakan! Sering kali, sedikit upaya ekstra dapat memiliki efek yang benar-benar bermakna.
  2. Penyerah hadiah harus tahu tentang hadiah tersebut. Orang yang ditugaskan untuk menyerahkan hadiah harus mengetahui nama penghargaan dan tujuannya. Dia harus mengetahui kriteria untuk memenangkan penghargaan sehingga memiliki pemahaman mengenai betapa tinggi kualifikasi/komitmen si pemenang agar pidato singkatnya mencerminkan penghargaan dan kekaguman. Jika Anda dipilih untuk menyerahkan penghargaan, Anda harus menganggap tugas tersebut sebagai hal serius dan patut Anda hormati. Mungkin acara tersebut tidak berarti banyak bagi Anda, namun dapat berarti segalanya bagi penerima penghargaan. Mungkin dia telah menanti seumur hidup untuk momen di atas panggung ini! Inilah momen kejayaannya!
  3. Mintalah rekan sekerjanya memberikan komentar. Ada baiknya jika ada rekan kerja yang memberikan komentar positif mengenai si pemenang di atas panggung.  Ini merupakan bentuk penghargaan lain yang menunjukkan bahwa orang lain juga menghargai prestasinya.
  4. Beri kesempatan kepada pemenang untuk memberikan komentar. Ini selalu menjadi saat yang mengharukan. Si pemenang mungkin tidak ingin mengucapkan satu patah kata pun. Bagaimana pun ada baiknya memberi kesempatan kepadanya. Anda akan terkejut ketika mengetahui perasaannya setelah menerima penghargaan. Namun, hati-hatilah dengan orang yang cenderung berbicara bertele-tele! Pastikan paling lama 3 menit untuk berbicara.

Sering kali yang membuat hadiah tersebut begitu berarti, menyentuh perasaan, dan tidak terlupakan bukanlah harga hadiahnya. Cara hadiah tersebut diberikan itulah yang berkesan di hati penerimanya. Jadi, berikanlah penghargaan secara tulus. Karyawan Anda patut mendapatkannya!

By.Nur sahid

Motivational : Nur Sahid : Motivasi Bekerja (bag 2)

foto berita artikel

Sebagian besar orang bekerja untuk mendapatkan uang. Tidak dapat disangkal bahwa gaji dan kompensasi finansial merupakan faktor-faktor penting ketika memilih pekerjaan, atau ketika memutuskan untuk bertahan dalam satu pekerjaan atau keluar.

Namun, tidak dapat dipungkiri pula bahwa uang bukan segala-galanya.

Pada bagian 1 mengenai “Motivasi Bekerja” kita telah mendiskusikan perbedaan antara “Faktor-faktor mendasar” dan “Faktor-faktor yang memotivasi”. Kesimpulannya, agar orang-orang termotivasi dalam pekerjaan mereka, memenuhi faktor-faktor mendasar saja tidaklah cukup. Harus ada faktor-faktor yang memotivasi. Pada bagian 1, kita telah menjelaskan cara menggunakan imbalan untuk memotivasi staf. Pula menerima imbalan saja tidaklah cukup. Imbalah harus diberikan dengan cara yang tepat sehingga karyawan yang menerimanya merasa dihormati, dihargai, dan diakui.

Dalam bagian 2 ¨Motivasi Bekerja” kita akan mendiskusikan hal-hal yang membuat orang bertahan dalam satu pekerjaan dan ingin melakukannya dengan baik serta hal-hal yang menyebabkan orang keluar dari pekerjaannya.

Karyawan bertahan atau keluar dari pekerjaannya, menjadi termotivasi atau kehilangan motivasi karena kombinasi dari beragam alasan. Tiap orang memiliki alasan yang berbeda dalam berbagai tahap kehidupannya. Lantas, bagaimana Anda menemukan hal-hal yang memotivasi para karyawan Anda dan membuat mereka bertahan melakukan pekerjaan tersebut dengan gembira? Jawabannya mungkin kelihatan jelas dan bodoh. Namun cara paling mudah dan akurat adalah tanyakan hal tersebut kepada mereka secara langsung!

Pertanyaan-pertanyaan apa yang harus diajukan kepada para karyawan Anda?

Untuk membantu Anda memulainya, berikut ini beberapa pertanyaan sederhana namun sangat membantu untuk menanyai para karyawan Anda:

  • Apa yang membuat Anda bertahan di sini?
  • Apa yang mungkin memikat Anda meninggalkan pekerjaan Anda saat ini?
  • Apa yang paling menarik dari pekerjaan Anda?
  • Apakah kami sepenuhnya mendayagunakan bakat Anda?
  • Apakah yang bisa saya lakukan untuk membantu Anda bekerja dengan sebaik-baiknya?

Selain pertanyaan tersebut, masih ada banyak pertanyaan lainnya yang dapat Anda ajukan kepada mereka. Hal ini tergantung pada apa yang Anda ingin ketahui mengenai mereka dan mengenai diri Anda sendiri.

Berikut ini beberapa manfaat yang jelas dari pengajuan pertanyaan-pertanyaan ini:

  1. Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini, karyawan Anda akan mengetahui bahwa Anda peduli, Anda menaruh perhatian pada kesejahteraan mereka, mereka adalah anggota-anggota tim Anda yang penting, mereka memiliki peran penting untuk menunjang keberhasilan tim Anda dan bahwa Anda ingin memberi yang terbaik kepada mereka semampu Anda.
  2. Jawaban-jawaban karyawan Anda terhadap pertanyaan-pertanyaan ini akan memberikan pengertian yang sangat berharga mengenai :
  • Apa yang sesungguhnya ada dalam hati dan pikiran mereka
  • Apa yang sesungguhnya penting bagi mereka
  • Apa yang sesungguhnya memotivasi mereka dan apa yang membuat mereka bosan atau tidak tertarik dengan pekerjaan mereka
  • Apakah Anda mendayagunakan talenta dan potensi mereka secara maksimal atau tidak
  • Seberapa besar komitmen mereka terhadap tim
  • Gaya manajemen Anda
  • Ketrampilan atau keahlian karyawan Anda
  • Kekuatan dan kelemahan Anda sebagai manajer

Pertanyaan-pertanyaan di atas sangat sederhana dan langsung menuju ke sasarannya, namun berapa banyak orang di antara kita yang benar-benar mengajukan pertanyaan ini kepada para karyawan kita? Mengapa kita tidak menanyai mereka?

  • Tidak perlu menanyai karena kita mengasumsikan bahwa kita sudah tahu jawabannya? Apakah kita paranormal? Dapatkah kita membaca pikiran orang?
  • Tidak ada waktu untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini?
  • Tidak mau repot-repot menanyai karena Anda sesungguhnya tidak peduli dengan apa yang mereka rasakan dan pikirkan? Namun Anda ingin mereka melakukan yang terbaik?

Cara tepat mengajukan pertanyaan

Untuk mampu mendapatkan jawaban yang jujur dari para karyawan Anda merupakan hal yang jauh lebih sulit daripada mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu! Jika kita tidak mendapatkan jawaban jujur dari para karyawan kita, seluruh tujuan pengajuan pertanyaan ini tidak tercapai!

Setiap manajer memiliki gaya yang berbeda dan setiap karyawan memerlukan metode yang berbeda. Anda memilih pendekatan mana yang paling sesuai dengan Anda dan karyawan Anda. Berikut ini beberapa saran:

1. Wawancara

Anda mungkin ingin mengundang karyawan ke kantor Anda untuk mengadakan pembicaraan santai. Namun pastikan bahwa penetuan waktu Anda tepat. Beberapa contoh penentuan waktu yang tidak tepat:

  • Ketika dia sibuk dengan pekerjaannya
  • Ketika ada hal-hal penting lainnya yang harus dipikirkan atau dilakukannya
  • Ketika dia sedang mengejar tenggat waktu penyelesaian tugas
  • Dia harus menyelesaikan masalah dengan pelanggan yang marah, dll.

Pastikan karyawan Anda sedang dalam situasi santai dan memiliki mood yang baik untuk mengadakan percakapan dengan Anda.

2. Percakapan “yang tidak direncanakan sebelumnya”

Cara lain untuk mengajukan pertanyaan adalah mengundang karyawan Anda untuk makan siang/malam/minum-minum, atau bertemu di kantin. Anda dapat dengan santai mengajukan beberapa pertanyaan di atas. Jika karyawan Anda merespons, Anda dapat mengembangkan percakapan dengan pertanyaan lainnya. Jika dia kelihatan tidak nyaman, ubahlah topik pembicaraan pada topik-topik yang kurang “sensitif”.

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan:

  • Realitas bahwa Anda mungkin tidak ingin mengajukan begitu banyak pertanyaan dalam satu kesempatan. Mengajukan begitu banyak pertanyaan langsung kadang-kadang mungkin “membuat takut” karyawan Anda.
  • Anda mungkin harus mengalimatkan ulang pertanyaan-pertanyaan tersebut sehingga tidak terdengar langsung menuju ke sasaran
  • Selipkan pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam percakapan Anda sehingga mereka tidak menyadari bahwa Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut.
  • Jika Anda dan karyawan Anda tidak terbiasa berbicara dalam tingkat yang “intim” ini, pertanyaan-pertanyaan seperti itu mungkin menyebabkan ketidaknyamanan. Mereka mungkin berpikir:
  • Mengapa Anda tiba-tiba mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti itu?
  • Apakah mereka telah melakukan sesuatu yang salah?
  • Apakah Anda berencana untuk memindahtugaskan mereka?
  • Apakah Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini untuk menetukan   besarnya bonus mereka?
  • Apakah Anda mencoba menggali informasi dari mereka mengenai teman-teman mereka?
  • Apakah Anda bertanya untuk menilai pantas tidaknya mereka mendapatkan promosi jabatan?

Apa pun pertimbangannya, jika Anda ingin mengetahui cara memotivasi karyawan Anda, apa yang membuatnya tetap termotivasi, alasan yang membuatnya tetap bertahan dalam pekerjaannya, faktor-faktor yang akan menyebabkannya ingin keluar dari pekerjaannya, dll, dengan cara tertentu Anda harus mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepadanya.

Anda tidak perlu mengajukan pertanyaan tersebut kepada mereka setiap minggu. Lakukan setiap empat bulan sudah lebih dari cukup. Mengetahui apa yang membuat karyawan Anda berperilaku seperti yang Anda amati akan memiliki dampak yang penting pada keefektifan Anda sebagai manajer dan untuk meningkatkan kinerja keseluruhan tim Anda. Semoga Anda sukses!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s