Kesuksesan Dalam Karir

proses dan bertahap

Menurut Anda, apa sih tandanya jika seseorang berhasil membangun karirnya dengan baik? mungkin, lihat saja jabatannyaka ?. Kalau punya jabatan tinggi, yang pastinya okelah. Atau lihat mobil yang dipakainya. Kalau mobilnya keren, karirnya pasti keren dong. Atau gajinya kali, ya? Tapi kan kita tidak tahu gaji seseorang. Lagi pula, jabatan tidak selalu menggambarkan gaji. Dan mobil yang dipakai seseorang juga tidak selalu melukiskan gajinya juga kan? Terus, apa iya jabatan, mobil dan gaji merupakan ukuran kesuksesan kita dalam karir?

Ketika terjadi tragedi di sebuah perusahaan kimia beberapa waktu lalu, terbetik berita bahwa di perusahaan itu kesejahteraan karyawan masih belum mendapat perhatian. Bahkan – menurut berita yang waktu itu – gaji direkturnya pun masih dibawah sepuluh juta. Dan sejauh yang saya tahu, banyak kawan yang pangkatnya direktur namun pendapatannya tidak setinggi para manager di perusahaan lain.

Sebagai kaum professional, alam bawah sadar kita senantiasa diliputi oleh gambaran tentang kesuksesan. Tapi, seperti apa sih sebenarnya tanda-tandanya jika kita ini sudah berhasil membangun karir ini atau tidak? Kita perlu tahu kan. Supaya jelas apa sasaran yang mesti kita capai. Atau kriteria yang harus kita punya. Yang jelas, ukurannya bukan gelar yang tertulis di kartu nama. Dan bukan pula penampilan keren yang kelihatan di permukaan.

Perhatikan orang-orang yang menjadikan jabatan sebagai ukuran keberhasilan dalam karir. Tidak sedikit kan dari mereka yang hanya mengejar jabatan belaka? Sikut kiri kanan juga tidak masalah. Jika tidak kunjung mendapatkan jabatan tinggi, ya sudah kerjanya ya begini-begini sajalah. Padahal, jabatan tinggi itu sejalan dengan tanggunjawabnya yang tinggi. Sehingga hanya layak diberikan kepada mereka yang sudah terbukti memiliki kapabilitas yang tinggi.

Perhatikan juga orang-orang yang menjadikan uang sebagai ukuran keberhasilan dalam karirnya. Segala sesuatunya diukur dengan uang. Sehingga sangat mudah diiming-imingi dengan uang. Jika tidak ada iming-iming itu, kobaran gairah kerjanya melempem seperti lampu cempor yang kehabisan minyak jelantahnya. Mau sih lompat kesana, asal harganya cocok saja. Padahal setiap rupiah yang dibayarkan perusahaan dihitung sebagai investasi yang mesti kembali dengan labanya sekalian.

Jika menggunakan kacamata yang jernih serta nurani yang bersih, kita akan dengan mudah menemukan bahwa tidak semua orang dengan jabatan tinggi mampu menunjukkan kinerja yang tinggi. Tidak semua orang bergaji tinggi juga berkontribusi tinggi. Makanya, tidak heran juga jika ada boss yang kurang dihargai. Atau bahkan ada orang yang berbayaran tinggi namun diomongin orang dibelakang. Ada juga kok orang dengan kedudukan dan bayaran tinggi yang akhirnya, Diberhentikan.

Jadi, apa dong yang bisa menjadi ukuran keberhasilan kita dalam membangun karir ini? Ada beberapa tanda keberhasilan dalam karir yang mesti kita miliki.

Tanda pertama. Kita berhasil membangun karir ketika setiap pagi berangkat kerja dengan riang gembira. Jika Anda merasa sesak didada setiap kali mau berangkat kerja, maka sebenarnya Anda belum berhasil dalam karir. Meskipun jabatan Anda tinggi. Atau bayaran Anda besar. Anda sedang diperbudak oleh pekerjaan jika demikian. Namun jika Anda hepiiii menyambut setiap hari kerja Anda; itu menandakan Anda benar-benar bisa menikmatinya. Untuk apa sih Anda bekerja jika hanya mengalami perasaan batin yang tersiksa? Maka jika ingin berhasil dalam karir itu, Anda perlu belajar untuk menikmatinya. Jika tidak, ya hidup Anda akan terus tersiksa hingga kelak berusia 55.

Tanda kedua. Kita berhasil dalam karir ini jika apa yang kita dapatkan dari karir itu bisa mencukup kebutuhan hidup standard yang layak. Memang, soal kebutuhan standard ini bisa relatif. Tetapi, ada norma umum yang bisa dijadikan pegangan. Sandang, pangan, papan, dan pendidikan itu ukurannya. Bukan harus mewah-mewah sih. Tapi layak untuk hidup berkecukupan. Cukup untuk memenuhi kebutuhan primerlah kalau pelajaran SMP dulu mengistilahkan. Jika masih pusing untuk memenuhi kebutuhan hidup standand itu, maka itu tandanya kita belum berhasil dalam karir ini.

Tanda ketiga. Kita berhasil dalam karir ini jika mempunyai keleluasaan untuk mengerahkan seluruh kemampuan yang dimilikinya. Sayang banget loh, kalau potensi diri Anda yang tinggi itu tidak bisa dikonversi menjadi kompetensi. Meskipun Anda merasa enak disana, namun sebenarnya Anda belum bisa menjadi pribadi yang Tuhan inginkan seperti yang Dia anugerahkan. Anda pernah melihat orang yang merasa tertekan karena gagasan-gagasannya tidak bisa diwujudkan dikantornya? Atau mereka yang merasa kemampuannya tidak bisa didayagunakan disana? Sebaliknya, ada juga kan orang-orang yang benar-benar merdeka dalam menuangkan gagasan dan mengerahkan segala kemampuannya. Sehingga dia, bisa terus berkarya lebih banyak lagi.

Tanda keempat. Kita berhasil dalam karir ini jika sudah bisa memberi manfaat kepada orang banyak. Kehadiran seseorang hanya akan bernilai jika memberi dampak positif pada orang lain. Jabatan tinggi tapi membuat gerah suasana. Bayaran besar tapi gemar membikin ulah. Hmmh, bukan orang seperti itu yang kita maksud. Melainkan mereka yang dengan pekerjaannya bisa membuat orang lain tersenyum. Menjadikan kualitas hidup mereka lebih baik. Dan menolong mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Bukankah pekerjaan kita menjadi lebih bermakna jika bisa memberi manfaat kepada orang banyak?

Tanda kelima. Kita berhasil dalam karir ini jika sadar terhadap peran orang lain dilingkungan kerja kita. Bagi orang yang belum mempunyai jabatan; itu berarti menyadari dan mengakui peran kolega-kolega kerjanya. Anda punya teman di unit kerja Anda? Nah, jika Anda menyadari dan mengakui peran penting mereka dalam pencapaian Anda, maka itu merupakan tanda Anda berhasil membangun karir. Karena kenyataannya, hubungan Anda dengan teman-teman di kantor bisa lebih penting dari gaji Anda. Gaji Anda besar sekali, tetapi Anda tidak akur bersama kolega kerja; Anda tidak akan betah disana. Gaji Anda standar-standar saja. Tapi Anda punya sahabat-sahabat yang kompak ditempat kerja; maka Anda akan kerasan disana kan?

Sekarang, mari kita bayangkan. Seseorang yang setiap pagi berangkat ke tempat kerja dengan perasaan riang, lega dan suasana hati yang cerah. Dan seseorang yang memiliki sahabat serta kolega yang selalu ada untuk saling berbagi dan menyemangati. Serta seseorang yang pulang ke rumah dalam keadaan puas, tenteram, dan nyaman. Apakah Anda sudah menjadi orang seperti itu? Jika sudah. Maka itu artinya, Anda berhasil dalam membangun karir itu. Meskipun hasilnya belum ‘banyak’, tenang saja. Karena hasilnya, akan otomatis mengikuti kita. Kelak jika sudah tiba saatnya. Insya Alloh.

Sukses dalam Hidup dan Karier

Kebanyakan orang tidak berhasil dalam karier dan hidup mereka, hanya karena mereka memutuskan untuk tidak berhasil.
Jika Anda merupakan satu diantara sedikit orang yang ingin meningkatkan hidup ke level kesuksesan, kebahagiaan, dan kuasa atas diri sendiri, yang harus Anda lakukan adalah memantapkan diri untuk lebih giat lagi mengembangkan diri Anda.
Beberapa kiat berikut sebaiknya Anda coba :

1. Bertanggungjawab atas diri sendiri
Bila Anda bertanggung jawab atas karier dan hidup Anda hari ini, maka Anda akan berkuasa atas karier dan hidup Anda esok hari. Bertanggungjawab atas diri sendiri berarti Anda memahami dan menerima berbagai keputusan yang Anda buat. Ingat, masa depan tidak akan membaik begitu saja. Masa depan hanya akan menjadi lebih baik lewat perencanaan dan tindakan positif.
2. Jangan pernah berhenti berkembang
Anda akan mendapatkan hasil lebih esok hari jika Anda belajar lebih banyak hari ini. Yang menyedihkan, begitu banyak orang yang menuntut kenaikan upah tanpa meningkatkan standar mereka. Kebanyakan orang terus menuntut lebih dari kehidupannya tapi bersiap-siap untuk berbuat semakin kurang. Jadi, jangan pernah malas untuk terus mengembangkan diri dan memperluas wawasan.
3. Hargai diri Anda
Perasaan tak bahagia dan tidak puas biasanya muncul akibat seseorang selalu gagal menghargai dirinya sendiri. Jadi, Anda harus menemukan dan kemudian menghargai diri Anda sendiri. Jangan pernah menyerahkan nilai Anda ke siapa pun! ingat pepatah, Anda harus membela sesuatu atau Anda akan jatuh selamanya. Identifikasi nilai-nilai Anda sendiri dan bangunlah karier serta hidup Anda sejalan dengan nilai-nilai tersebut.
4. Disiplin
Disiplin penting untuk mengembangkan rasa percaya diri dan kepribadian yang unggul. Meski terasa berat saat memulai, namun begitu Anda mulai mampu berdisiplin, segalanya akan terasa lebih mudah. Jadi, mulailah mendisiplinkan diri sendiri agar Anda menjadi orang yang sukses dalam karier dan kepribadian.
5. Kontribusi
Tentu Anda tak bakal berhasil jika Anda tak pernah berkontribusi, baik untuk diri Anda maupun untuk lingkungan. Ingat, hasil yang kita capai dalam hidup akan selalu sesuai dengan kontribusi kita. Jadi, jangan hanya mengeluh kenapa karier tak pernah meningkat, tapi lihatlah diri Anda, apakah kotribusi Anda selama ini sudah memadai?
6. Merangkul kegagalan
Tak ada kata gagal, yang ada hanyalah menyerah atau berhenti berusaha. Kata orang, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Jadi, tak perlu takut gagal. Yang harus Anda lakukan hanyalah terus mencari. Pengalaman tidak lebih merupakan kesalahan-kesalahan yang telah dikoreksi sejak itu.
7. Lakukan lebih
Hanya ada satu alasan kenapa orang mau melakukan lebih dari yang seharusnya. Jawabannya adalah, karena melakukan lebih dari yang seharusnya merupakan investasi masa depan terbaik. Paling tidak, Anda terbiasa untuk menghadapi kesulitan yang lebih besar ketimbang yang pernah Anda hadapi. Memang, tak banyak orang yang mau melakukan sesuatu lebih dari yang diharapkan. Kebanyakan dari kita lebih suka menyelesaikan sesuatu sesuai target.
8. Tuliskan tujuan hidup
Impikanlah dan bangunlah tujuan hidup Anda. Lalu tuliskan. Jangan lupa, gantungkan setinggi langit karena Anda takkan pernah tahu apa yang mungkin sebelum mencoba sesuatu yang tak mungkin. Ini akan membantu Anda berjalan di jalur yang tepat, sekaligus meraih sukses.
9. Jangan seperti katak dalam tempurung
Orang yang berhasil melihat hidup sebagai sebuah petualangan, tidak akan takut terhadap sesuatu yang mereka belum ketahui. Mereka hanya takut pada rutinitas dan rasa bosan. Keberanian merupakan bahan utama agar bisa berkembang dalam berpikir dan bertindak. Maju terus dan hadapi rasa takut Anda, karena pada akhirnya, Anda akan melihat bahwa ketakutan-ketakutan Anda kebanyakan hanyalah ilusi.
10. Bangun dan pertahankan mental juara
Yang tak kalah penting adalah mental juara. Sikap ini sangat penting untuk memperoleh keberhasilan karier dan kehidupan Anda. Tanpa mental juara, seseorang bisa pesimis dan kurang pe-de. Jadi, mulailah membangun mental juara.

Memegang teguh kepercayaan, bahwa barang siapa yang memiliki semangat pantang menyerah, mau bekerja keras dan menghargai orang lain, pada akhirnya akan mendapatkan hasil yang menjanjikan.

Mari Berbagi Semangat!
Catatan Kaki:

Kesuksesan dalam karir tidak hanya diukur dari angka-angka dan tampak luar belaka. Melainkan juga dari apa yang kita rasakan didalam hati dan sanubari kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s