Bijaksana

Aku harus mengerti dan sadar bahwa dalam hidup ini ada begitu banyak pilihan. Namun pada intinya ada dua hal atau dua sisi yang selalu menjadi pilihan. Baik – buruk, terang-gelap, sukses atau gagal, benar atau salah.

Aku harus selalu dapat menentukan kearah mana jalan hidupku. Walau kadang memang sulit membedakan mana yang baik dan mana yang salah. Perbedaannya sering kali begitu tipis , tapi aku harus bisa memilih yang terbaik diantara yang baik.

Menjadi pintar memang penting, namun bisa menjadi bijaksana adalah lebih utama lagi.
Aku lebih memilih menjadi bijaksana sebagai harta kehidupanku yang lebih berharga!

Walau ditertawakan, aku lebih percaya bahwa menjadi bijaksana adalah pilihan hidup yang lebih mulia dan jalan menuju bahagia.

Tips Membangun Sikap Bijaksana

Memang sangat tidak masuk akal bila dalam setiap pekerjaan Anda tidak pernah mengalami kesalahan. Namun, ketika kita menghadapi kesalahan, sering kita menjadi tidak rasional, bahkan saat menghadapi orang sering membuat kita marah-marah. Nah, yang jadi persoalan memang bagaimana kita kita bisa mengendalikan diri dalam setiap keadaan. Mungkin, kita sering melihat orang lain begitu gampang mengendalikan diri, sementara kita merasa hal ini sangat susah untuk dilakukan.

Sementara, bila Anda sedang berusaha mengembangkan kemampuan dalam merespon setiap orang yang memiliki banyak perbedaan dengan macam-macam sikap, ada kemungkinan malah membuat Anda stres. Selain itu, jangan sekali-kali membiasakan diri memaksakan kehendak dengan memberikan reaksi berlebihan kepada orang yang sedang dihadapi.

Soalnya, bila Anda menghadapi pelbagai persoalan dengan hanya penuh ketegangan, bisa jadi orang yang sedang Anda hadapi tersebut akan bertanya-tanya dalam hati, ada apa dengan Anda? Apakah Anda mengalami sesuatu yang kemungkinan sangat menyedihkan sehingga harus mengalami hal seperti itu.

Langkah baiknya bila Anda bisa menghadapi setiap situasi dengan penuh ketenangan tanpa harus mengeluarkan reaksi negatif dalam situasi yang tidak menyenangkan itu. Jadi, tidak ada salahnya bila Anda bisa mengendalikan diri, tanpa merasa tertekan. Hal seperti ini memang sulit, namun kalau kita bisa mengendalikan akan merasakan sesuatu yang sangat hebat. Dan cara seperti ini merupakan langkah terbaik yang bisa kita lakukan.

Kenapa? Karena secara naluriah tiap manusia itu memang sangat unik. Banyak pendekatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah seperti itu. Alasan lain, karena kita tidak selalu bisa tampil beda dengan teman-teman di kantor. Bahkan ada psikolog serta ahli riset yang menyatakan, adanya ketakutan seseorang dalam dunia kerjanya, bisa membuat situasi jadi semakin runyam. Bahkan banyak yang malah depresi di saat situasi kerja  yang sebenarnya malah lebih menantang.

Inilah beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mengontrol reaksi kepada seseorang atau pekerjaan agak bisa menjadi lebih bijaksana.

1. Ingat, lakukan cara “bagaimana” Anda bereaksi, bukan “mengapa” Anda bereaksi. Caranya, Anda bisa mengaturnya dengan mengambil napas, dengan menggerakkan otot-otot di antara tubuh, dada, leher, pundak, rahang dengan mengatur se-rileks mungkin, serta menarik napas panjang-panjang.

2. Perhatikan perasaan Anda. Apakah dalam suasana marah, frustasi, terancam, memalukan, ketakutan? Atau dalam kontrol orang?

3. Tunjukkan sikap pada tempatnya. Ambil keputusan untuk bisa mengontrol diri sendiri. Cara seperti ini merupakan upaya untuk menenangkan diri agar bisa mengendalikan perasaan, serta mengembangkan kemampuan diri sendiri.

Yang perlu Anda ingat bahwa perilaku Anda ini sama sekali tidak bisa diubah. Namun, Anda bisa memberikan reaksi terhadap sikap orang lain, dan ini Anda bisa mengubahnya. Semua ini mungkin bisa menjadi semacam katartis yang bisa membuat Anda dapat bergaul dengan siapa saja dalam lingkungan kerja, bahkan dengan seseorang yang sangat Anda benci sekalipun.

Sumber: Diksi, Bekerja itu Bahagia, hal 23-25

Menjadi lebih bijaksana bukan berarti saya lebih bijaksana dari anda, mungkin justru sebaliknya.

 Menjadi lebih bijaksana artinya ingin menjadi lebih manusiawi.

 Bijaksana adalah memahami tetang keseimbangan. Memahami kejahatan dan kebaikan, memahami kemarahan dan kesabaran, memahami ketakutan dan keberanian, memahami orang lain dan diri sendiri.

 Bijaksana berarti juga mengetahui. Mengetahui tentang keinginan, kebutuhan, hasrat, keindahan dan kecantikan.

 Mengetahui adalah anugrah yang harus dipikul dengan tanggung jawab yang besar. Ketika anda mengetahui sifat buruk teman ataupun pasangan anda, itu memerlukan kebesaran hati, dibandingkan tidak mengetahuinya.

 Teman saya menerima kenaikan gaji, hal yang rutin terjadi setiap tahun. Dia senang sekali dengan kenaikan sebesar 10% yang diterimanya tahun ini. Sampai di rumah sekeluarga ikut senang dengan kenaikan gaji tersebut. Di rumah dia berjanji akan bekerja lebih giat sebagai balas jasa atas kemurahan perusahaan.

 Sampai di kantor dia ngobrol dengan teman-teman sekantor, dan alangkah kagetnya ketika dia mendengar teman kantornya menerima kenaikan sampai 15%.

 Perasaan gembiranya berubah menjadi kemarahan dan kebencian karena tidak diperlakukan secara adil oleh perusahaannya. Sampai-sampai dia keluar dari perusahaan tempat dia bekerja dan mencari pekerjaan yang lain.

 Jadi untuk “mengetahui” dibutuhkan kekuatan dan keteguhan yang besar. Demikian juga dengan kebijaksanaan, dibutuhkan kekuatan dan tanggung jawab yang sangat besar.

 Tapi menjadi lebih bijaksana akan mendapatkan keuntungan yang tidak terkira. Ini adalah hukum alam dari perbuatan. Siapa yang menanam dia yang akan menuai, siapa yang menabur angin akan menuai badai.

 Ketika seseorang menabur kebaikan akan mendapatkan kebaikan, ketika seseorang menabur kebijaksanaan akan menjadi lebih bijaksana.

 Saya belum bijaksana untuk itu saya akan menabur kebijaksanaan yang dikumpulkan dari kehidupan saya dan kehidupan orang lain, agar saya menjadi lebih bijaksana, setidaknya saya akan menjadi lebih manusiawi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s