Surat Terbuka Untuk Ulama dan Umara Kami Tentang Bahaya Syiah

Surat Terbuka Teruntuk Ulama dan Pemerintah yang kami Cintai Tentang Ancaman Bahaya Laten Agama Syi'ah Imamiyah Iran

Surat Terbuka Teruntuk Ulama dan Pemerintah yang kami Cintai Tentang Ancaman Bahaya Laten Agama Syi’ah Imamiyah Iran

Kepada
Majelis Ulama Indonesia [ MUI ] Pusat
Para Pemimpin Pemerintahan dan Lembaga Pemerintahan
dari
Panitia Antisipasi Makar Syi’ah di Indonesia [ PAM Syi’ah Indonesia]

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Jalla Jalaluhu, kami memujiNya, memohon ampunan dan pertolonganNya. Kami berlindung kepadaNya dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Siapa yang ditunjuki Allah Jalla Jalaluhu niscaya tiada yang menyesatkannya. Dan siapa yang disesatkanNya tiada pula yang menunjukinya, Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah satu-satunya, tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan RasulNya.

Prolog

“Ketika terjadi suatu fitnah di masa pemerintahan Utsman, ada orang yang bertanya kepada Usamah bin Zaid Radhiyallahu anhu, “Tidakkah engkau memprotes Utsman?” Ia menjawab, “Aku tidak akan memprotesnya di hadapan masyarakat, tapi aku akan memprotesnya antara aku dengan dia, aku tidak akan membukakan pintu keburukan bagi masyarakat.”

Tatkala orang-orang membeberkan keburukan di masa pemerintah Utsman Radhiyallahu anhu , yang mana mereka memprotes Utsman dengan terang-terangan, sehingga merebaklah petaka, pembunuhan dan kerusakan, yang sampai kini masih membayang pada ingatan manusia, hingga terjadinya fitnah antara Ali dengan Mu’awiyah, lalu terbunuhnya Utsman dan Ali karena sebab-sebab tersebut dan terbunuhnya sekian banyak shahabat dan lainnya karena protes yang terang-terangan dan menyebutkan aib dengan terang-terangan, sehingga menimbulkan kemarahan masyarakat terhadap pemimpin mereka, yang akhirnya membunuh sang pemimpin. Semoga Allah memberikan keselamatan kepada kita semua.”[1]

Inilah DOKUMEN RAHASIA sekte agama Syiah, tentang misi jangka panjang mereka (50 th), untuk menegakkan kembali dinasti Persia yang telah runtuh oleh Islam berabad-abad lamanya, sekaligus membumi-hanguskan negara-negara Ahlus Sunnah, musuh bebuyutan mereka. Dokumen ini disebarkan oleh Ikatan Ahlus Sunnah di Iran, begitu pula majalah-majalah di berbagai negara Ahlus Sunnah (ISLAM), termasuk diantaranya Majalah al-Bayan, edisi 123, Maret 1998.[2]

Mengekspos aib para penguasa dan mengungkapkannya di atas mimbar tidak termasuk manhaj para ulama dahulu, karena hal ini bisa menimbulkan kekacauan dan mengakibatkan tidak dipatuhi dan didengarnya nasehat untuk kebaikan, di samping dapat melahirkan kondisi berbahaya dan sama sekali tidak berguna. Cara yang dianut oleh para ulama dahulu adalah dengan memberikan nasehat secara khusus, yaitu antara mereka dengan para penguasa, atau dengan tulisan, atau melalui para ulama yang biasa berhubungan dengan mereka untuk mengarahkan kepada kebaikan.[3]

Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa komitmen harus dengan manhaj Islam, fikrah dan syari’at Allah. Bahkan terhadap individu, tanzhim-tanzhim, jama’ah-jama’ah atau pemerintah-pemerintah yang semuanya sebagai tempat salah dan benar. Karena bencana, kesenjangan, penyakit dan wabah akan menyusup dalam kehidupan Islam dari celah penyimpangan terhadap barometer ini atau usaha merampasnya dari tangan seorang muslim. [4] 

Surat Kami

“untuk menghadang syi’ah kita harus cerdas dan tidak anarkisme, berangkat dari sana, yang alhamdulillah saat di indonesia ahlussunah masih jadi mayoritas, kenapa tidak kita manfaatkan polling sebagai data valid dan merupakan fakta dan bisa dijadikan sebagai bukti hukum yang tidak terbantahkan didalam sebuah negara yang menganut menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan semua warga negara bebas beribadah menurut keyakinannya masing-masing tanpa diganggu oleh penodaan akidah agama lain, oleh pemeluk agama lain yang mengaku-ngaku agama yang sama namun sesungguhnya hanya sebuah tipuan tirani Imperium Persia Baru”

[ ringkasan nasihat ustadz Abu Ziyadl]

[ Kita negara merdeka, jangan engkau membawa syi’ah kesini “secara maknawi oleh Buya Hamka ]

Sungguh dangkal akal mantan saudara kita yang menafikan perjuangan para bapak bangsa kita, dengan seenaknya mengimpor satu sistem yang pada saat sistem itu berjalan maka secara otomatis Indonesia menjadi jajahan Persia Baru. [ baca tentang konsep imamah wilayatul faqih syi’ah itsna asyariyah ]

Maka kami sampaikan kepada orang tua kami para ulama dan pemimpin pemerintahan yang kami cintai karena Allahu, sungguh kami akan memanfaatkan seluruh sarana dan prasarana hukum yang disediakan oleh undang – undang negeri ini untuk menghapus agama syi’ah dari label yang mengatasnamakan islam, baik secara implisit maupun eksplisit.Negara menjamin kebebasan beragama dan beribadah bagi pemeluk agama yang diakui oleh negara dengan tenang dan tanpa terdzolimi oleh pemeluk agama lain.

Sehingga kami berpandangan bahwa, silahkan pemerintah melindungi dan membina pemeluk agama syi’ah di indonesia dengan syarat., yaitu :

1. Kami mengusulkan serta mendukung untuk Majelis Ulama Indonesia Pusat mengeluarkan Fatwa Kesesatan Agama Syi’ah dan menyatakan bahwa Syi’ah bukan bagian dari Islam.

2. Kami meminta dan mendukung sepenuhnya bahwa para pemeluk agama syi’ah tidak mencantumkan islam sebagai agama yang dianut dalam administrasi Kartu Tanda Penduduk, seperti halnya pemeluk – pemeluk agama lain diluar islam.

Demikian Surat ini kami Buat agar menjadi pertimbangan dalam membuat dan menyusun kebijakan publik di dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Indonesia, 21 Muharram 1435/25 Nopember 2013 

Panitia Antisipasi Makar Syi’ah di Indonesia  [PAM Syi’ah Indonesia]

Abu Abdurrahman bin Rusdi [ Abu Jenggot ]
Dewan Presidium 

Footnote:

[1]. [ Huququr Ra’i war Ra’iyah, hal. 27-28. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.]

[2]. [https://www.facebook.com/notes/abu-abdurrahman-bin-rusdi/misi-rahasia-syiah-imamiyah/179248418935240, sumber : http://muslim.or.id/manhaj/dokumen-rahasia-agama-syiah-imamiyah.html ]

[3]. [Huququr Ra’i war Ra’iyah, hal. 27-28. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq]

[4]. [Disalin dari kitab Al-Bai’ah baina as-Sunnah wa al-bid’ah ‘inda al-Jama’ah al-Islamiyah, edisi Indonesia Bai’at antara Sunnah dan Bid’ah oleh Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid, terbitan Yayasan Al-Madinah, penerjemah Arif Mufid MF.]

NB;

========================================
” Sekedar rehat, tersentuh dengan nasehat ustadz Abu Ziyad” ========================================

“untuk menghadang syi’ah kita harus cerdas dan tidak anarkisme, berangkat dari sana, mumpung ahlussunah masih jadi mayoritas, kenapa tidak kita manfaatkan polling sebagai data valid dan merupakan fakta yang tidak terbantahkan didalam sebuah negara yang menganut menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan semua warga negara bebas beribadah menurut keyakinannya masing-masing tanpa diganggu oleh penodaan akidah agama, oleh pemeluk agama lain yang mengaku-ngaku agama yang sama namun sesungguhnya hanya sebuah tipuan tirani Imperium Persia Baru”

[ Kita negara merdeka, jangan engkau membawa syi’ah kesini “secara maknawi oleh Buya Hamka ]

Sungguh dangkal akal mantan saudara kita yang menafikan perjuangan para bapak bangsa kita, dengan seenaknya mengimpor satu sistem yang pada saat sistem itu berjalan maka secara otomatis Indonesia menjadi jajahan Persia Baru. [ baca tentang konsep imamah wilayatul faqih syi’ah itsna asyariyah ] “Sungguh engkau terlalu, bumi Haramain engkau hina-hina. Budak penyembah Api engkau dewakan.”

Tim Polling Kepentingan Umat Islam Indonesia
http://arsoc.us/
============================
Hasil Vote hari pertama 19:45 – 21:10 wib
============================
POLLING GERAKAN ANTI SYI’AH INDONESIA
============================
Polling Kepentingan Umat Islam Indonesia
============================

Untuk sementara Jalaluddin Rakhmat masih memimpin di urutan pertama dan mendapat suara terbanyak sebagai politisi yang PALING TIDAK MEMIHAK UMAT ISLAM INDONESIA dengan 69 suara disusul oleh Pengusaha media Hari Tanoesudibyo [4 suara ], dan Ulil Abshar Abdalla [3 suara ] dalam acara polling yang di selenggarakan oleh FanPage Polling Kepentingan Umat Islam Indonesia [ https://www.facebook.com/PollingKepentinganUmatIslamIndonesia ]

Sedang Polling untuk masalah “Bagaimana menurut anda tentang usulan kepada MUI [ Majelis Ulama Indonesia] Pusat untuk mengeluarkan Fatwa bahwa agama Syi’ah Sesat Dan Haram Di Indonesia ?”, responden sebanyak 24 [ dua puluh empat 100% ] suara menyatakan setuju, 0 tidak setuju , 0 tidak tahu, 0 MUI tidak perlu ikut campur tentang konflik antara Ahlussunnah dan agama Syi’ah.

Polling ini akan berlangsung sampai 1 maret 2014 pukul 00:00 wib ==========================================
silahkan antum vote di : http://arsoc.us/ atau http://www.pollingkepentinganumatislam.arsoc.us/ ==========================================

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s