KOMPUTER

Tips perawatan system dan mempercepat kerja komputer

Oleh: Nur Sahid

Superkomputer Jepang Salip Komputer Amerika
darma

Persaingan antara Jepang dan Amerika Serikat dalam dunia superkomputer selalu tak pernah senyap. Dua tahun lalu, komputer IBM Blue Gene/L membuat Negeri Abang Sam mengungguli komputer Jepang, Earth Simulator, dengan kecepatan 360 teraFLOPs (seribu gigaFLOPs) atau setara dengan triliunan perhitungan matematika dalam satu detik.

Namun, Juni lalu, Jepang sudah mengeluarkan superkomputer yang lebih dahsyat lagi. Namanya MDGrape-3, yang dibuat oleh Riken (dulu badan riset di bidang fisika dan kimia), yang berkedudukan di Yokohama. Komputer ini mampu melakukan ribuan triliun (10 pangkat 15) komputasi per detik, atau sukses menembus alam petaFLOPs (floating point operations per second/FLOPs).

Dengan bujet sebesar US$ 9 juta atau sekitar Rp 81 miliar, MDGrape-3 dibuat untuk melakukan simulasi model molekuler. Superkomputer ini digunakan untuk menganalisis protein yang akan digunakan pada jenis obat baru.

Ia juga dapat digunakan untuk menentukan bagaimana molekul kimia itu akan berikatan dengan protein dalam tubuh. Misalnya bagaimana senyawa obat bakal berikatan dengan HIV, yang menyebabkan AIDS. Dikabarkan perusahaan obat besar Merck telah bersiap-siap untuk mencoba mesin itu.

Alan Gara, arsitek komputer Blue Gene/L, dikabarkan terkagum dengan MDGrape-3. “Komputer ini memiliki arsitektur yang tak biasa,” katanya. Blue Gene memiliki 65 ribu simpul-simpul dengan 130 ribu prosesor, sementara MDGrape hanya butuh 4.808 chip.

Komputer ini memiliki sistem komputasi yang efisien dan murah. Ia hanya membutuhkan biaya US$ 15 (Rp 135 ribu) per gigaFLOPs kalkulasi (satu miliar kalkulasi per detik). Sementara itu, Blue Gene/L menghabiskan biaya sebesar US$ 140 (Rp 1,26 juta) per gigaFLOPs. Apalagi bila dibandingkan dengan Earth Simulator, yang butuh US$ 8.000 atau Rp 72 juta.

Sistem komputer ini terdiri atas 201 unit dengan 24 chip khusus yang didesain untuk MDGRAPE-3 dari total 4.808 chip, ditambah 64 server yang masing-masing menggunakan 256 buah prosesor seri 5000 Dual-Core Intel Xeon. Sebanyak 37 server masing-masing terdiri atas 74 prosesor Intel Xeon Processor 3.2 GHz (2MB L2 cache).

Menurut Makoto Taiji, Ketua Tim MDGrape-3, ada kemungkinan rekor barunya itu baru akan terpecahkan kembali beberapa tahun lagi. “Beberapa perusahaan Amerika sudah berancang-ancang membuat komputer berskala peta,” ujarnya. Mereka antara lain Cray, IBM, dan Sun Microsystems.

Walau Blue Gene telah menjadi pecundang, dominasi mesin-mesin supercepat Amerika masih belum bisa dihilangkan. Enam dari sepuluh superkomputer tercepat di dunia berasal dari Amerika. Dan 298 dari 500 komputer tercepat juga masih berdomisili di Amerika. Di belakang macan superkomputer itu, baru mengikuti Inggris dengan 35 superkomputer, Jepang (29), Cina (28), dan Jerman (18).

Sumber : Koran Tempo (8 Agustus 2006


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s