varises

Tips Mencegah Varises pada Tungkai

12/08/2008 | Baca : 1605 | Komentar : 0

Gambaran ‘cacing’ yang menonjol di bawah permukaan kulit, berwarna kebiru-biruan, pada bagian belakang tungkai, dikenal dengan sebutan varises, memang bukan sesuatu yang indah untuk dilihat. Untuk beberapa orang, terutama kaum wanita, ini merupakan masalah kosmetika. Sedang untuk lainnya, varises menimbulkan masalah nyeri dan ketidak-nyamanan, yang dapat menjadi tanda terjadinya masalah gangguan sirkulasi darah.
Varises merupakan suatu keadaan dimana terjadi pelebaran pada pembuluh balik (vena), yang disebabkan karena fungsi dari klep atau katup pada vena tersebut memburuk.

Vena yang normal dengan klep yang baik akan membuat darah mengalir dengan lancar menuju jantung. Tapi pada keadaan varises, klep ini bekerja tidak baik, sehingga sebagian darah akan tetap ada pada pembuluh darah vena. Hal ini yang lama kelamaan akan membuat vena melebar.
Gejala yang sering ditimbulkan akibat varises ini antara lain rasa nyeri pada tungkai, terlihat pembuluh darah vena yang melebar dan sedikit pembengkakan pada daerah pergelangan kaki.

Bagaimana cara untuk mencegah varises ini? The American Institute of Preventive Medicine memberikan tips-tips yang dapat membantu mencegah terjadinya varises pada tungkai, yaitu dengan:

  1. Berolahraga terutama dengan berjalan kaki, secara teratur. Ini akan memperkuat kaki dan pembuluh darah vena yang ada di tungkai kita.
  2. Jangan menyilangkan kaki saat duduk.
  3. Jaga berat badan tetap ideal.
  4. Gunakan kaus kaki elastik (stocking), yang dapat menyokong bagian tungkai dengan baik.
  5. Tinggikan posisi tungkai saat beristirahat.
  6. Hindari berdiri terlalu lama. Jika karena suatu keadaan mengharuskan kita berdiri lama, topanglah berat badan dari satu kaki ke kaki lain setiap beberapa menit sekali.
  7. Jangan mengenakan celana atau pakaian dalam yang ketat sehingga akan menekan vena pada daerah pinggang, pangkal paha atau tungkai. Ini dapat menyebabkan aliran balik dari pembuluh darah vena, menjadi terhambat.
  8. Konsumsi makanan berserat tinggi seperti sereal, sayur dan buah karena sembelit dapat membantu terjadinya varises.
  9. Saat sedang mengendarai kendaraan dalam waktu lama, berhentilah setiap 45 menit untuk melancarkan aliran darah tungkai dengan berjalan kaki sejenak.

………………………………………………………………………..

Varises

01/12/2008 | Baca : 2149 | Komentar : 0Varises telah dikenal sejak lama. Buktinya saja pernah ditemukannya varises pada mumi pada tahun 1580 sebelum masehi.

Varises berkaitan dengan pembuluh darah balik (vena), yang berfungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh kembali ke jantung. Pembuluh darah vena memiliki katup untuk mencegah darah kembali ke seluruh tubuh atau berkumpul. Pembuluh darah vena normal dengan katup yang baik akan membuat darah mengalir lancar menuju jantung.

Pada varises, katup yang seharusnya menahan aliran darah tidak berfungsi. Akibatnya darah yang mengalir ke jantung akan kembali lagi ke seluruh tubuh, atau tertahan di pembuluh darah vena. Sisa darah yang tidak kembali ke jantung akan berkumpul dan menyebabkan penurunan elastisitas dinding vena yang lalu melebar dan bercabang.

Umumnya varises terjadi di betis, bisa juga di saluran mulut ke perut (esofagus) yang sering berhubungan dengan kerusakan fungsi hati. Kerusakan sel hati mengganggu kemampuannya menyaring darah. Skibatnya aliran darah ke hati menjadi tidak lancar dan membentuk tonjolan pembuluh darah di esofagus. Hati-hati jika bendungan darah tersebut pecah dan masuk ke jalan pernafasan. Selain itu, varises juga dapat timbul di jalan lahir.

Wanita lebih banyak beresiko terkena varises, karena kontraksi vena lebih lemah dibanding pria, dan kulit wanita lebih lunak. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya varises:

  1. Faktor keturunan
  2. Umumnya varises terjadi pada orang dewasa akibat perubahan hormon
  3. Bertambahnya berat badan
  4. Kehamilan
    Dikarenakan meningkatnya hormon progesteron, dan bertambahnya berat badan saat hamil membuat kaki semakin terbebani berat tubuh.
  5. Kurang bergerak
    Kurang gerak menyebabkan otot-otot di sekitar pembuluh darah vena tidak dapat memompa darah secara maksimal.
  6. Terlalu lama berdiri
    jika Anda terpaksa berdiri, tetaplah mencoba untuk bergerak. Tidak diam di satu tempat terlalu lama. Contohnya: jalan di tempat.
  7. Merokok
    Kandungan zat berbahaya di dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku, sehingga seringkali terjadi penyempitan.
  8. Bersepatu hak tinggi
    Sepatu berhak tinggi menyebabkan gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah menjadi tidak maksimal.
  9. Menderita penyakit kolesterol
  10. Menderita penyakit kencing manis

Varises memiliki beberapa tahap. Pada tahap awal, umumnya penderita akan merasa kram dan pegal setelah lama berdiri. Belum tampak tanda-tandanya ketika diperiksa. Pada tahap yang lebih tinggi, mulai terlihat adanya kelainan pembuluh darah dan komplikasinya. Kaki terasa berat, rasa pegal saat beristirahat. Pada tahap yang lebih berat lagi, timbul pembengkakan di daerah kaki dan warna kulit di sekitar varises menjadi gelap.

Jika tidak ditangani, varises dapat menyebabkan ganggguan pada kulit yang diawali rasa gatal, kulit kehitaman seperti timbul eksim hingga timbulnya luka pada permukaan kulit. Komplikasi lainnya yang dapat terjadi adalah pecahnya vena. Walaupun jarang, varises juga dapat mengancam jiwa bila saja ada darah beku yang terbawa aliran darah ke jantung dan paru hingga mengganggu kerja organ tersebut.

…………………………………………………………………………………………………………………………..

Penyembuhan dan Jenis-Jenis Varises

01/12/2008 | Baca : 4149 | Komentar : 0Varises ringan dapat disembuhkan oleh obat-obatan, menggunakan kaus kaki (stoking) khusus, dan berolahraga untuk membantu menguatkan otot kaki. Stoking khusus dipergunakan untuk mencegah terjadinya pendarahan dan lebam.

Varises ringan juga dapat diobati dengan teknik suntikan yang disebut skleroterapi. Caranya dengan menyuntikkan zat yang dapat mengecilkan dan merusak vena sehingga aliran tersumbat sepenuhnya. Aliran darah tersebut akan dialihkan ke vena lain yang sehat. Terapi ini cukup efektif mengatasi varises tahap awal. Namun ada efek samping yang sulit dihindari, seperti  terbentuknya varises baru, dan luka suntikan membekas.

Jika suntikan tidak dapat dilakukan karena varises yang diderita parah, perlu dilakukan stripping (proses pembedahan). Vena diikat / seluruh vena yang rusak diangkat, dan kaki dibebat erat. Resiko tindakan ini adalah terjadinya lebam dan terbentuknya varises baru. Pembengkakan kaki dapat berlangsung dalam 6 hingga 8 minggu.

Jenis-jenis varises:

  1. Varises yang tergolong ringan
    Disebut sebagai spider navy. Umumnya terjadi akibat suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin, terkena sinar matahari secara terus menerus, sedang hamil, faktor keturunan, kebiasaan makan pedas, dan pengobatan hormonal. Spider navy bisa muncul pada wajah, pangkal lengan, paha, dan daerah lutut, atau pergelangan kaki dan tumit. Terapi yang digunakan adalah menggunakan sinar laser, sehingga pembuluh darah mengering. Ada juga terapi dengan bantuan alat listrik untuk memasukkan zat tertentu ke dalam kulit. Bertujuan untuk mengecilkan pembuluh darah.
  2. Varises dalam kulit
    Varises ini terjadi pada pembuluh darah vena yang halus dan tipis di dalam kulilt bagian kaki. Untuk mengatasinya, dokter akan memberikan obat-obatan yang dapat menguatkan dinding vena dan memperlancar aliran darah. Atau penderita disarankan menggunakan kaus kaki (stoking) khusus yang berfungsi menekan pembuluh vena sehingga otot dan dinding vena dapat bekerja kembali dengan maksimal. Kaus kaki (stoking) mampu mencegah, mengurangi gejala awal, dan rasa sakit untuk sementara. Oleh karena itu penderita harus tetap mengkonsumsi obat.
  3. Reticular varicose veins
    Merupakan varises yang cukup parah karena terjadi di pembuluh darah vena bawah kulit. Dokter akan melakukan beberapa tahap pengobatan, mulai dari pemberian obat yang berfungsi menguatkan dinding vena, melancarkan peredaran darah, sehingga diperlukan menggunakan stoking khusus. Penderita juga dianjurkan untuk berolahraga untuk melatih otot kaki seperti berjalan dan berenang. Sangat disarankan untuk tidak menggunakan hak tinggi.
  4. Varises kronis
    Varises ini akan memperlihatkan pembuluh darah yang berkelok-kelok pada betis. Jika terapi suntik tidak memberikan hasil, maka harus dilakukan pembedahan untuk memotong pembuluh darah vena yang rusak, sehingga aliran darah dapat kembali berjalan normal. Ada berbagai obat yang harus diminum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah, juga menggunakan stoking khusus dalam beraktivitas. Berolahragalah dan hindari mengenakan sepatu berhak tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s