Merokok

Memahami Diri Sendiri (Alasan Mengapa Merokok)

Penulis/Sumber: Dina Agoes / LM3

Pada kebanyakan perokok, umumnya ikatan psikologis dengan rokok karena  adanya kebutuhan untuk  mengatasi diri sendiri dengan mudah dan efektif.  Rokok dibutuhkan sebagai alat kesimbangan. Berhenti merokok bukan sesederhana seperti mengganti rokok dengan yang lain, namun lebih dari itu dimana berhenti merokok akan menyentuh aspek kejiwaan yang sangat mendasar yang selama ini telah memberikan ketenangan, mengurangi ketegangan, mengatasi kegelisahan, mengalihkan pikiran, dan dibutuhkan sebagai teman di saat krisis dan lain-lain.

Bagi bukan perokok, pemenuhan kebutuhan psikologis tersebut dapat diperoleh dari mana saja! Tapi bagi perokok hanya mempunyai 1 pilihan untuk mengatasi segalanya yaitu rokok!  Untuk memutus keeratan hubungan antara perokok dan rokok tanpa menggantikannya dengan hal lain yang memadai akan membuat perokok merasa bingung, kesal dan kadang kehilangan kendali diri.  Stop merokok dapat menjadi sangat sulit,  namun kenyataan banyak orang di dunia ini telah berhasil melakukannya. Yang membantu keberhasilan berhenti merokok adalah

    • Pemahaman akan diri sendiri tentang alasan mengapa merokok
    • Pemahaman mengenai proses apa yang terjadi bila merokok
    • Kemauan yang kuat dan komitmen untuk berhenti merokok.

Mengenali alasan atau penyebab mengapa  merokok seperti faktor kebiasaan, kebutuhan mental atau kecanduan/ketagihan  akan memberikan petunjuk yang sesuai untuk mengatasi gangguan fisik ataupun psikologis yang menyertai proses berhenti merokok. Berikut ini adalah gejala-gejala yang dapat dirasakan untuk  mengenali alasan merokok.
1.     Ketagihan

    • Yang paling sering adalah rasa ingin sekali merokok
    • Merasa tidak bisa hidup dalam setengah hari tanpa rokok
    • Merasa tidak tahan kalau kehabisan rokok
    • Sebagian kenikmatan merokok pada saat menyalakan rokok
    • Kesemutan atau rasa ba’al di lengan dan kaki
    • Berkeringat dan gemetar (adanya penyesuaian tubuh terhadap hilangnya nikotin)
    • Gelisah, susah konsentrasi, sulit tidur, lelah atau pusing

•2.     Kebutuhan Mental

    • Merokok merupakan hal yang paling nikmat dalam kehidupannya
    • Ada dorongan kebutuhan merokok yang kuat ketika tidak merokok
    • Kalau merasa lebih berkonsentrasi waktu bekerja dengan merokok
    • Kalau merasa rileks dengan merokok
    • Kalau merokok saat menghadap masalah

•3.    Kebiasaan

    • Merasa kehilangan benda yang bisa dimainkan di tangan
    • Kadang-kadang menyalakan rokok tanpa sadar
    • Biasanya merokok dilakukan sesudah makan
    • Menikmati rokok sambil minum kopi

Sekali terjerat rokok, susah melepaskannya, sementara itu bahan berbahaya ( sekitar 4000 bahan kimia berbentuk padat seperti tar, nikotin, dan gas seperti Carbon Monoksida/CO) terus tertimbun di dalam tubuh.  ROKOK adalah BOM WAKTU.  Mantapkan tekad untuk berhenti merokok, perkuat rasa percaya diri dan siap bersabar

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Berhentilah Merokok Sebelum Usia 35

04/08/2008 | Baca : 1177 | Komentar : 0

Perokok yang dapat menghentikan kebiasaan merokoknya sebelum berusia 35 tahun akan dapat mempunyai hidup yang panjang dan sehat, sama seperti mereka yang tidak merokok. Bahaya akibat merokok dapat dihindari bila berhenti sebelum berusia 35 tahun.

Tapi untuk mengembalikan gangguan kesehatan yang telah ditimbulkan, memerlukan waktu sedikitnya 15 tahun setelah terbebas dari asap rokok. Dengan jangka waktu tersebut, kondisi tubuh baru dapat dikembalikan seperti kondisi tubuh orang yang tidak merokok.
Hasil penelitian ini bukan dimaksudkan bahwa orang diperbolehkan merokok dan berhenti pada usia 35 tahun, tapi memperlihatkan betapa sulitnya seorang perokok untuk berhenti merokok.
Seorang perokok selain mempunyai kualitas hidup yang rendah, juga biasanya mempunyai usia yang lebih pendek dibanding mereka yang tidak merokok. Walaupun demikian, banyak dari perokok yang belum mencoba merubah kebiasaan buruk ini.

Bila Anda merokok, cepatah mencoba untuk menghentikannya. Jangan sampai serangan jantung atau penyakit berat lainnya yang menghentikan Anda. Semakin cepat Anda berhenti, akan semakin baik.

Sumber: Health Services Research

………………………………………………………………………………………………………

Hati-hati! Rokok Tingkatkan Impotensi!

05/08/2008 | Baca : 1250 | Komentar : 0

Jauhi rokok sekarang juga! Penelitian terbaru menunjukkan bahwa merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya impotensi. Pria yang merokok memiliki kecenderungan 40% terkena impotensi dibandingkan mereka yang bukan perokok. Penelitian tersebut telah dilakukan oleh para peneliti di Imperial College, London.

Diketahui bahwa semakin banyak rokok yang diisap atau dikonsumsi, maka akan semakin besar pula risiko terjadinya gangguan seksual pada pria. Namun demikian, pria yang menghisap kurang dari 20 rokok setiap harinya juga memiliki risiko 24% untuk terkena impotensi. Keadaan itu tidak hanya menyerang pria yang sudah tua saja, anak mudapun juga bisa mengalaminya.

Penelitian tersebut telah dimuat dalam Journal Tobacco Control, yang didasarkan pada survey terhadap 8.000 pria di Australia yang berusia 16-59 tahun. Hampir satu dari sepuluh sukarelawan tersebut dilaporkan telah mengalami masalah impotensi dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar 25% dari mereka adalah perokok dan lebih dari 6% menyatakan bahwa mereka mengonsumsi sebanyak 20 batang rokok tiap harinya. Pria yang merokok sebanyak satu bungkus atau lebih setiap harinya juga diketahui 39% mengalami gangguan seksual.

…………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Rokok mungkin menjadi simbol dari kejantanan seorang pria hingga saat ini dan kebiasaan tersebut memang cukup sulit untuk dihentikan. Namun, pada kenyataanya rokok adalah penyebab utama terjadinya impotensi dan juga indikator terjadinya penyakit jantung koroner.

Banyak penelitian juga menunjukkan bahwa merokok sangat mempengaruhi usia hidup seseorang. Merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke, gangguan pernafasan, kanker paru-paru, dan juga jenis kanker lainnya. Oleh sebab itu, jika seorang pria ingin terhindar dari gangguan impotensi, maka tidak ada salahnya mereka menghentikan kebiasaan merokok sekarang juga.

Sumber: Journal Tobacco Control

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s