Si Jahat dan Si Baik itu Bernama Kolesterol



Kolesterol siapa yang tak pernah mendengarnya? Kata ini begitu populer. Bukan karena kebaikannya, melainkan karena peranannya sebagai pemicu penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, dan impotensi. Orang pun banyak yang antipati padanya. Padahal zat ini juga berguna bagi tubuh.Kolesterol adalah salah satu komponen lemak, selain trigliserida, fosfolipid, dan asam lemak bebas. Sebagaimana zat gizi yang lain, lemak juga sangat berguna bagi tubuh. Menurut dr John Gullota, ketua AMA Therapeutics Committee, sebagaimana dikutip ‘’Good Health & Medicine’’, kolesterol berfungsi membentuk dinding sel (membran sel) dalam tubuh.

Selain itu ia juga berperan penting dalam produksi hormon seks, vitamin D, serta untuk fungsi otak dan saraf. Manusia rata-rata membutuhkan 1.100 miligram kolesterol per hari untuk memelihara dinding sel dan fungsi fisiologis lain.

Kolesterol yang terdapat dalam tubuh manusia berasal dari dua sumber utama yaitu dari makanan yang dikonsumsi dan dari pembentukan oleh hati. Kolesterol yang berasal dari makanan terutama terdapat pada daging, unggas, ikan, dan produk olahan susu. Jeroan daging seperti hati sangat tinggi kandungan kolesterolnya, sedangkan makanan yang berasal dari tumbuhan justru tidak mengandung kolesterol sama sekali.

Setelah makan, kolesterol akan diserap oleh usus halus untuk selanjutnya masuk ke sirkulasi darah dan disimpan dalam suatu mantel protein. Mantel protein-kolesterol ini kemudian dikenal dengan nama kilomikron.

Hati sendiri mempunyai fungsi ganda yaitu mengambil kolesterol dari sirkulasi darah dan memproduksi kembali kolesterol bila keadaan memungkinkan. Setelah makan, hati akan menyaring kilomikron yang berada di sirkulasi darah, lalu diantara waktu makan, hati akan mengeluarkan kembali kolesterol yang diserap tersebut kembali ke peredaran darah. Disini hati memegang peranan dalam menjaga keseimbangan kolesterol yang berada dalam sirkulasi darah manusia.

Si Baik dan Si Jahat

Terdapat berbagai macam kolesterol di dalam darah. Ada yang bersahabat dengan tubuh, tapi tidak sedikit yang berbahaya. Kolesterol yang termasuk kategori kolesterol baik adalah HDL (High Density Lipoproteins). Sekitar 0,25 hingga 0,33 bagian kolesterol dalam darah terdiri atas kolesterol HDL. Adapun kolesterol yang tergolong jahat adalah LDL (Low Density Lipoproteins), Trigliserida, dan Lp(a).

Kolesterol LDL sering disebut dengan kolesterol jahat, karena peningkatan kadar kolesterol ini dalam darah dihubungkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit.

Kolesterol LDL akan berakumulasi di dinding arteri sehingga membentuk semacam plak yang menyebabkan dinding arteri menjadi kaku dan rongga pembuluh darah menyempit. Proses ini dikenal dengan nama atherosklerosis.

Aterosklerosis bisa terjadi pada arteri di otak, jantung, ginjal, organ vital lainnya, serta lengan dan tungkai. Jika aterosklerosis terjadi di dalam arteri yang menuju ke otak (arteri karotid), maka bisa terjadi stroke.

Jika terjadi di dalam arteri yang menuju ke jantung (arteri koroner), bisa terjadi serangan jantung.
Kolesterol HDL sebaliknya sering disebut dengan kolesterol baik karena kolesterol ini mencegah terjadinya atherosklerosis dengan cara mengeluarkan kolesterol jahat dari dinding arteri dan mengirimkannya ke hati.

Jadi, bila kadar kolesterol LDL tinggi sedangkan kadar kolesterol HDL rendah maka merupakan faktor risiko terjadinya atherosklerosis. Sebaliknya yang diharapkan adalah kadar kolesterol LDL rendah dan kadar kolesterol HDL yang tinggi.

Faktor Risiko

Banyak orang beranggapan hanya mereka yang tua atau yang gemuk saja yang berisiko menderita kolesterol tinggi. Padahal penyakit ini tidak mengenal usia. Mereka yang muda bisa saja terserang penyakit ini.

Pola makan yang tidak seimbang salah satu penyebabnya. Makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dan kolesterol akan meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah. Lemak dibagi menjadi lemak jenuh dan lemak tak jenuh berdasarkan pada struktur kimianya.

Lemak jenuh terutama berasal dari daging dan produk olahan susu yang akan meningkatkan kadar kolesterol darah. Beberapa minyak tumbuhan yang dibuat dari buah kelapa, sawit, dan cokelat juga tinggi kadar lemak jenuhnya.

Selain pola makan yang tidak seimbang, faktor keturunan, kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik dan olahraga, serta merokok merupakan penyebab umum kolesterol tinggi.

Adapun kondisi kesehatan yang dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi di antaranya konsumsi alkohol yang berlebihan, diabetes, penyakit ginjal, penyakit liver, dan underactive thyroid gland yang disebut hypothyroidism.

Pada pasien dengan familial hypercholesterolemia (FH), terdapat pengurangan jumlah yang signifikan dari reseptor kolesterol LDL dalam hatinya.Pasien ini juga akan rentan menderita atherosklerosis dan serangan jantung pada usia muda.

Sampai pada usia 45 tahun, laki-laki cenderung mempunyai kolesterol total yang lebih tinggi dibanding perempuan. Sebaliknya perempuan cenderung mempunyai tingkat HDL yang lebih tinggi. Karenanya laki-laki pada usia 40 tahunan mempunyai kemungkinan tingkat kematian akibat penyakit jantung empat kali lebih tinggi daripada perempuan pada usia yang sama.

Tetapi dengan berjalannya waktu, statistik ini berubah. Setelah menopause, tingkat LDL perempuan cenderung naik, dan tingkat HDL-nya menurun. Jadi, risiko penyakit jantungnya berlanjut naik bersamaan dengan usianya. Setelah menopause, perempuan cenderung mempunyai tingkat LDL yang lebih tinggi dibanding laki-laki pada usia yang sama.

Tanpa Gejala

Pada sebagian besar kasus, penderita kolesterol tinggi (hiperkolesterol) tidak merasakan gejala sama sekali. Biasanya mereka baru mengetahui menderita hiperkolesterol setelah dinyatakan menderita penyakit jantung koroner atau stroke.

Namun, sebagian orang merasakan sakit kepala dan pegal-pegal sebagai gejala awal. Gejala ini muncul sebagai akibat dari kurangnya oksigen. Kadar kolesterol yang tinggi menyebabkan aliran darah menjadi kental sehingga oksigen menjadi kurang.

Ketiadaan gejala yang khas membuat kita harus selalu waspada dengan melakukan tes kadar kolesterol secara teratur. Dokter menyarankan agar setelah usia 20 tahun kita melakukan tes kolesterol minimal lima tahun sekali. Tes bisa dilakukan di laboratorium atau dilakukan sendiri dengan menggunakan alat cholesterol-meter yang dapat langsung memeriksa kadar kolesterol dalam darah.

Jika total kolesterol kurang dari 200 miligram per desiliter atau mg/dL berarti masih normal. Untuk LDL, yang ideal adalah kurang dari 100 miligram per desiliter. Adapun HDL usahakan kadarnya lebih dari 40 mg/dl. (Nashihah-13)

Sumber :
http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=39977
20 November 2008 Diunduh 31 Maret 2009

Sumber Gambar:

Diposkan oleh Akang di 16:573 komentar

 Sulitnya Turunkan Si Kolesterol Jahat

Survei terkini di delapan negara Asia melaporkan, 50 penduduk Asia gagal menurunkan kadar kolesterol jahat mereka sesuai target yang disarankan dalam panduan pengobatan. Di Indonesia, kegagalan ini bahkan mencapai 70 persen.Rendang, gulai otak sapi, telur balado, tongseng kambing. Menumenu masakan Indonesia tersebut tak dimungkiri kelezatannya. Terbayang kenikmatan saat menyantapnya dengan nasi hangat mengepul. Hmm…sedap! Namun, hasrat menyantap hidangan berprotein hewani tersebut acapkali dibayangi risiko kenaikan kolesterol. Kuning telur, otak sapi, daging sapi Australia, daging kambing dan udang adalah sederetan produk hewani yang jika dikonsumsi berlebih dapat meningkatkan risiko tersebut.

Kolesterol sejatinya merupakan zat di dalam tubuh yang berguna untuk membantu pembentukan dinding sel, garam empedu, hormon, dan vitamin D serta sebagai penghasil energi. Sumber utamanya berasal dari organ hati (sekitar 70 persen) dan sisanya bersumber dari makanan yang masuk ke dalam tubuh. Kolesterol dalam kadar normal jelas berdampak positif bagi tubuh. Namun, bila sudah melewati batas, maka dampak negatif yang akan timbul, terutama dalam jangka panjang.

Kita mengenal dua jenis kolesterol, yaitu HDL (High Density Lipoprotein) alias kolesterol baik dan LDL (Low Density Lipoprotein) yang dikenal sebagai kolesterol jahat. Kadar HDL yang tinggi dalam darah (sekitar 40 mg/dL atau lebih) baik untuk kesehatan.

Sebaliknya, kadar LDL yang tinggi (100 mg/dL atau lebih) merupakan pertanda buruk. Penumpukan LDL pada dinding pembuluh darah dapat menyebabkan pengerasan dinding pembuluh darah (aterosklerosis) dan menyumbat aliran darah yang bisa berakibat fatal.

Riset secara luas telah menunjukkan bahwa LDL-C (kolesterol jahat) adalah faktor risiko utama penyakit jantung dan pembuluh darah (cardiovascular disease/ CVD). Padahal, hingga kini CVD masih merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia, dengan angka kematian 17 juta orang per tahun. Angka ini diperkirakan meningkat menjadi 20 juta pada 2015 dan 23 juta pada 2030. Di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar 2007 juga melaporkan bahwa stroke, hipertensi dan penyakit jantung iskemik menempati proporsi terbesar (27,3 persen) penyebab kematian semua umur.

Ahli jantung, DR Djoko Maryono DSPD DSJP FIHA FASE, mengungkapkan, penyebab utama penyakit jantung dan stroke di Asia Pasifik adalah konsumsi gula dan lemak terlalu banyak, malas bergerak, dan paparan polusi berlebih serta radikal bebas. Hal ini diperparah dengan kebiasaan manusia jaman sekarang yang serba praktis sehingga cenderung tidak aktif.

“Kalau manusia jaman dulu fisiknya jauh lebih aktif, massa otot lebih besar, kolesterol baiknya tinggi (lebih dari 70 mg/dL) dan kolesterol jahatnya rendah (kurang dari 100 mg/dL). Sehingga kondisi jantung dan pembuluh darah juga cenderung bagus,” tutur Djoko dalam simposium awam yang diselenggarakan PT AstraZeneca bekerja sama dengan Yayasan Jantung Indonesia di Jakarta, Senin (16/11).

Upaya menekan angka kematian akibat CVD ditempuh melalui penanganan tepat, yang meliputi diet (pengaturan makan), olahraga terukur dan obat. Selain menurunkan kadar kolesterol, pengobatan dapat mencegah serangan jantung atau stroke yang dipicu pecahnya bisul pembuluh darah, juga mencegah terbentuknya bisul pada pembuluh darah baru.

Pasien Kurang Patuh

Tingginya kadar LDL seseorang menempatkan orang tersebut sebagai golongan berisiko tinggi CVD. Salah satu upaya terapi yang ditempuh adalah menurunkan kadar LDL. Uji klinik mengungkapkan bahwa terapi penurunan LDL, khususnya menggunakan terapi statin, dapat menurunkan risiko CVD.

Sayangnya, pencapaian target kolesterol LDL sesuai anjuran nampaknya masih menjadi tantangan bagi para dokter dan pasien. Sebuah survei terbaru yang diikuti lebih dari 7.000 pasien dan dokter di delapan negara Asia mengungkapkan bahwa 50 persen pasien gagal mencapai target pengobatan LDL sesuai kadar yang disarankan. Selain itu, lebih dari 60 persen pasien yang didiagnosa oleh dokter pertama kali tidak mengalami perubahan pengobatan.

Dalam survei yang dikenal dengan CEPHEUS1 (CEntralised Pan-Asian Survei on tHE Undertreatment of hypercholeSterolemia) itu, Indonesia juga mengikutsertakan sekitar 800 pasien dan dokter. Hasilnya, hanya 31,3 persen pasien di Indonesia yang berhasil mencapai target penurunan kolesterol.

Sisanya sebesar 68,7 persen dinyatakan gagal menurunkan tingkat kolesterol sesuai harapan. Angka pencapaian Indonesia merupakan yang terendah dibanding negara Asia lainnya yang turut disurvey, yakni Vietnam, Taiwan, Thailand, Filipina, Malaysia, Korea, Hong Kong.

Dr M Munawar SpJP selaku koordinator nasional dari Indonesia, mengungkapkan beberapa penyebab kegagalan tersebut. Yang paling mencolok adalah kurangnya tingkat kepatuhan pasien yang menjalankan terapi penurunan LDL.

“Penyebabnya beragam. Mungkin pasiennya yang lupa minum obat, atau bisa jadi juga dokternya yang kurang paham. Misalnya bahwa obat kolesterol ini kan harus diminum tiap hari, dan kalau ternyata pasien tidak cocok dengan suatu obat seharusnya diubah. Caranya bisa diganti, dinaikkan dosisnya atau mungkin dikombinasikan dengan obat lain,” beber Munawar.

Pernyataan Munawar sejalan dengan hasil survei ini yang menyebutkan 1 dari 4 pasien meyakini bahwa lupa mengkonsumsi satu dosis obat dalam jangka waktu satu minggu atau lebih, tidak akan memengaruhi tingkat kolesterol.

Berbicara di acara Pertemuan Puncak Cardiovascular tingkat Asia Pasifik di Beijing belum lama ini, koordinator investigator Internasional CEPHEUS di Asia Dr Jeong Euy Park, mengatakan bahwa CEPHEUS menghasilkan temuan penting terkait tatalaksana hiperkolesterolemia.

“Telah banyak bukti yang menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat kolesterol, semakin baik dalam menurunkan risiko penyakit. Apalagi jika disertai perubahan gaya hidup, akan semakin menurunkan risiko terkena serangan jantung atau stroke,” ujar Park.

Walaupun korelasi antara tingginya kadar kolesterol LDL dengan penyakit jantung koroner dan stroke sudah terbukti, survei ini memberikan informasi bahwa penegakan diagnosis, monitoring dan tingkat kepatuhan pengobatan sebagai upaya untuk menurunkan salah satu faktor risiko CVD terpenting yaitu hiperkolesterol, masih jauh dari memuaskan.(okz)

Sumber :
http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/kesehatan/12940-sulitnya-turunkan-si-kolesterol-jahat.html
20 November 2009

Diposkan oleh Akang di 16:540 komentar

 Senjata Baru Melawan Kolesterol
Kelebihan kolestrol dapat mengakibatkan penumpukan lemak yang bisa menyumbat pembuluh darah sehingga bisa menimbulkan serangan jantung dan stroke. Partikel yang membawa membawa (carrier) kolesterol ke seluruh pembuluh darah populer dengan sebutan “baik” (HDL) atau “jahat” (LDL).Disebut buruk bila kelebihan kolestrol yang berlarut menyebabkan penumpukan lemak atau sumbatan pada dinding arteri (aterosklerosis), sedangkan sebutan baik diberikan bila mereka mampu membawa kolesterol kembali ke bagian liver untuk dibuang.

Kini, para ilmuwan telah menciptakan partikel kecil di laboratorium yang menyerupai partikel pembawa (carrier) yang baik, sehingga kolesterol bisa diangkut sebelum sempat mengendap dan menyebabkan plak. Permukaan partikel ini berlapis lemak dan protein sehingga mereka bisa mengikat diri dengan kolesterol untuk selanjutnya diangkut ke pembuluh darah.

“Partikel ini di masa depan akan menjadi hal yang penting dalam terapi penanganan penyakit kardiovaskular,” kata Dr.Andre Nel, ketua divisi nanomedicine dan direktur Center for Environmental Implications of Nanotechnology dari Universitas California, Los Angeles, AS.

Nel menjelaskan, partikel ini memiliki bentuk yang sama seperti partikel alami HDL yang bersirkulasi dalam darah. Zat pembawa tiruan ini mampu membersihkan bagian pembuluh darah yang terdapat plak dan bisa pecah dan menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Partikel HDL buatan ini kelak tidak hanya berguna untuk terapi kardiovaskular tapi juga diagnosis. Untuk memudahkan monitoring, para ahli juga meletakkan benda metal dan emas di bagian tengah partikel. “Sehingga partikel ini akan terlihat lewat teknologi imaging,” kata Nel.

Studi dalam bidang nanoteknologi yang menghasilkan partikel nano kolesterol baik (HDL) juga dilakukan para ilmuwan dari universitas Northwestern University dan Mount Sinai School of Medicine, Manhattan.

Para ilmuwan kini juga telah menyelesaikan riset ujicoba pada binatang dan akan segera melakukan studi lanjutan yang lebih besar pada hewan percobaan. “Bila terbukti tidak ada efek samping, kita bisa membuatnya sebagai obat untuk mencegah plak di arteri. Ini akan menjadi sebuah revolusi di bidang kardiologi,” katanya.

Sumber :
AN. Editor: acandra. Sumber : New York Times
http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/11/23/10435681/senjata.baru.melawan.kolesterol.
23 November 2009

Diposkan oleh Akang di 16:510 komentar

 Stres Pemicu Kolesterol Buruk
Stres bukan saja dapat menurunkan system kekebalan tubuh tetapi juga menaikkan kadar kolesterol buruk. Sebuah studi yang dilakukan di San Fransisco, Amerika Serikat, yang melibatkan para akuntan pajak, mendapati, menjelang tenggat waktu (deadline) penghitungan pajak, dimana kesibukan sangat meningkat, ternyata kadar kolesterol para akuntan pajak itu meningkat drastis. Para periset menyatakan bila saja kesibukan berlangsung lebih lama, yang berarti tingkat stres lebih tinggi lagi, diprediksikan akan terjadi sejumlah serangan jantung abnormal dan tidak menutup kematian akan menimpa sejumlah akuntan pajak itu.Dengan demikian, dari kajian tersebut terdapat korelasi antara tingkat stres dan kadar kolesterol buruk dalam tubuh. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat stres anda adalah sebagai berikut:
Tertawa selama 5-10 menit ternyata dapat merangsang hormon serotonin dan endorphin yang dapat membuat otak lebih tenang.
Berendam di air hangat dapat menurunkan ketegangan serta memperlancar aliran darah.
Tidur yang cukup. Tidur cukup dapat mengurangi ketegangan dan kesedihan.
Tekuni hobi anda karena hal ini akan membuat anda tenang dan bahagia.
Jangan terpaku pada rutinitas. Buatlah variasi yang tidak membosankan dalam mengarungi aktivitas kehidupan.
Berpikir positif sehingga membuat pikiran selalu segar.

Sumber:
Haryo Sedewo. Sumber : Bebas Kolesterol, Nexx media Inc.
http://netsains.com/2009/09/stres-pemicu-kolesterol-buruk/
8 September 2009

Diposkan oleh Akang di 16:410 komentar

4Mitos Seputar Kolesterol
KOLESTEROL seringkali menjadi bahan perdebatan. Kolesterol dianggap sebagai kandungan yang tidak baik bagi kesehatan. Akibatnya, banyak orang berusaha menghindari makanan tertentu hanya dengan alasan kolesterol tinggi. Apakah semua kolesterol itu buruk? Ini hanyalah mitos. Kolesterol tidak selamanya buruk bagi kesehatan. Berikut beberapa mitos lain mengenai kolesterol dan fakta dibaliknya.1. Telur tidak baik bagi kesehatan

Telur memang mengandung banyak kolesterol, sekitar 200 mg. Jumlah ini lebih dari 2/3 batasan kolesterol yang dianjurkan American Heart Association (300 mg) per hari. Tetapi, kolesterol ini tidak seburuk yang Anda pikirkan. Hanya beberapa kolesterol pada makanan yang akan masuk ke dalam aliran darah. Jika asupan kolesterol dalam diet Anda meningkat, tubuh akan memberikan kompensasi dengan memproduksi lebih sedikit kolesterol di dalam tubuh.

Walaupun tidak ingin mengonsumsi dalam jumlah berlebih, makan 1 atau 2 telur selama beberapa kali seminggu tidak akan berbahaya bagi kesehatan Anda. Pada faktanya, telur merupakan sumber protein dan lemak tidak jenuh yang dikenal juga dengan lemak baik.

2. Tidak ada anak-anak yang mempunyai kolesterol tinggi

Sebagian besar orang meyakini kalau kolesterol merupakan masalah orang-orang di usia pertengahan. Tapi, tahukah Anda, penelitian telah menunjukkan kalau penyumbatan pembuluh darah yang memicu serangan jantung (aterosklerosis), bisa mulai terjadi sejak usia 8 tahun.

Pada Juli 2008, American Academy of Pediatrics membuat panduan mengenai anak-anak dan kolesterol. Dalam panduan tersebut, anak-anak yang kelebihan berat badan, hipertensi, atau mempunyai sejarah keluarga mengalami penyakit jantung, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kolesterol sejak usia 2 tahun.

Dalam panduan tersebut, seperti yang dikutip situs health, anak-anak dengan kolesterol tinggi juga dianjurkan mengikuti diet dengan jumlah lemak jenuh yang dibatasi hanya sampai 7% dari jumlah kalori dan kolesterol dari makanan tidak lebih dari 200 miligram. Anak-anak juga disarankan menggunakan suplemen serat dan lebih banyak berolahraga.

3. Makanan dikatakan sehat untuk jantung jika mengandung “0 mg kolesterol”

Kandungan kolesterol yang tertera pada makanan, hanyalah salah satu sumber peningkatan jumlah kolesterol. Tapi, penyumbang yang paling besar adalah diet yang tinggi lemak. Kandungan kolesterol dalam makanan dianggap tidak terlalu berpengaruh terhadap kadar kolesterol dalam tubuh. Lemak jenuh (yang ditemukan pada makanan dari hewan dan produk-produk susu) dan lemak trans (yang biasa ditemukan pada makanan kemasan) merupakan faktor penyumbang utama meningkatnya kadar kolesterol jahat LDL, penyebab aterosklerosis.

4. Kolesterol selalu menjadi hal yang buruk

Saat mendengar kata “kolesterol”, orang selalu mengaitkannya dengan gambaran yang buruk. Sebenarnya, kebenarannya jauh lebih rumit dari itu. Kolesterol tinggi bisa berbahaya, tapi kolesterol itu sendiri tetap diperlukan dalam berbagai proses penting yang berlangsung di dalam tubuh. Misalnya untuk melindungi sel-sel saraf di otak hingga menyediakan struktur bagi sel-sel membran. Karena itulah tubuh juga memproduksi kolesterol. Sekitar 75% kolesterol dalam darah diproduksi oleh hati dan sel-sel di dalam tubuh.

Peran kolesterol dalam penyakit jantung seringkali disalahartikan. Kolesterol diangkut melalui pembuluh darah oleh low-density dan high-density lipoproteins (LDL and HDL). LDL dikenal sebagai kolesterol jahat, jadi bukan kolesterol itu sendiri yang menyebabkan ateroskeloris.

Sumber :
Ikarowina Tarigan
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/05/23/1204/5/4-Mitos-Seputar-Kolesterol
23 Mei 2009

Diposkan oleh Akang di 16:270 komentar

 Makanan Terbaik Penurun Kolesterol

KEBIASAAN dan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari berperan penting dalam memengaruhi kadar kolesterol darah Anda. Semakin baik pola dan kualitas makanan Anda sehari-hari, tentu makin terjaga pula keseimbangan kolesterol dan kesehatan Anda secara keseluruhan .Bagi Anda yang ingin terhindar dari masalah kolesterol ada baiknya mulai mempertimbangkan makanan sehat antikolesterol. Berikut adalah lima makanan terbaik menurut Mayo Clinic yang membantu menurunkan kolesterol dan melindungi jantung serta pembuluh darah Anda.

1. Bubur gandum/oatmeal
Oatmeal mengandung serat larut (soluble fiber) yang dapat menurunkan kolesterol buruk (low-density lipoprotein /LDL) Anda. Soluble fiber juga ditemukan pada jenis makanan lain seperti kacang ginjal (kidney beans), apel, buah pir, barley, dan buah prune. Serat yang larut diyakini mampu menurunkan penyerapan kolesterol dalam pencernaan Anda. Mengonsumsi 10 gram lebih serat larut setiap hari dapat menurunkan kadar total LDL. Setiap 1 1/2 cangkir oatmeal matang yang Anda makan mengandung 6 gram serat. Jika Anda tambahkan buah seperti pisang, Anda menambah 4 gram lebih serat .

2. Kacang walnuts, almonds dan jenis lainnya
Berbagai studi menunjukkan, walnut secara signifikan menurunkan kolesterol dalam darah. Kacang ini mengandung banyak asam lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acids) yang dapat membuat pembuluh darah tetap sehat dan elastis. Kacang Almond juga memiliki faedah yang tidak terlalu beda, di mana penurunan kolesterol dapat Anda rasakan setelah sekitar empat minggu.

Diet untuk menurunkan kolesterol dengan 20 persen sumber kalori berasal dari walnut diklaim dapat menurunkan kadar kolesterol LDL hingga 12 persen. Kacang-kacangan umumnya berkalori tinggi sehingga dengan hanya sekitar segenggam (tidak lebih dari 2 ons atau 57 gram) akan memberi faedah.

Namun perlu diingat, ketika Anda mengonsumsinya dengan makanan lain jangan berlebihan. Makan berlebih justru membuat Anda kegemukan dan memicu risiko jantung.

3. Ikan dan asam lemak omega-3
Banyak riset yang mendukung manfaat mengonsumsi ikan dalam menurunkan kolesterol karena ikan kaya kandungan asam lemak omega-3. Asam lemak Omega-3 juga membantu jantung dengan beragam cara seperti menurunkan tekanan darah dan menekan risiko pembekuan darah. Pada pasien yang sudah mengalami serangan jantung, minyak ikan atau asam lemak omega-3 secara signifikan menurunkan risiko kematian mendadak .

Para dokter biasanya merekomendasikan untuk memakan ikan minimal dua kali dalam semingguu. Sumber makanan yang kaya omega-3 terdapat pada makarel, ikan herring, sarden, tuna albacore dan salmon.

Perlu diingat, untuk mempertahankan faedah ikan bagi kesehatan, sebaiknya ikan dipanggang atau dibakar dalam oven. Jika tidak suka ikan, Anda juga bisa mempeoleh omega-3 dari makanan lain seperti ground flaxseed atau canola oil.

Anda juga dapat memperoleh omega-3 atau minyak ikan dari suplemen, tetapi tentu tidak akan mendapatkn semua nutrien penting dalam ikan seperti selenium. Bila Anda memutuskan memakan suplemen, ingatlah untuk tetap memperhatikan pola makan Anda dan makanlah daging yang rendah lemak atau sayuran untuk menggantikan ikan.

4. Minyak Zaitun/Olive Oil
Minyak Zaitun atau olive oil mengandung campuran antioksidan potensial yang dapat menekan kolesterol tanpa mengganggu kadar kolesterol baik (HDL) Anda .

Badan Pengawas Makanan AS (FDA) merekomendasikan untuk mengonsumi sekitar 2 sendok makan (23 gram) olive oil setiap hari untuk menjaga jantung tetap sehat. Untuk menambah olive oil dalam daftar menu, Anda bisa mencampunya dengan sayuran, bumbu cair, atau mencampurnya dengan cuka sebagai pelengkap salad. Anda juga dapat menggunakan olive oil as sebagai pengganti mentega ketika memoles daging.

Beberapa riset menyarankan bahwa efek olive oil dalam menurunkan kolesterol akan lebih besar jika Anda memilih extra-virgin olive oil atau minyak zaitun ekstra murni. Minyak jenis ini tidak melewati proses pengolahan dan penambahan zat kimia yang diyakini mengandung lebih banyak antioksidan menyehatkan. Sebaiknya hindari “light” olive oil karena biasanya jenis ini sudah melewati beragam proses pengolahan sehingga faedahnya tidak akan maksimal.

5. Makanan yang difortifikasi atau diperkaya sterol dan stanol tumbuhan.
Banyak makanan yang kini telah difortifikasi dengan sterol atau stanol — zat dalam tumbuhan yang membantu menahan penyerapan kolesterol.

Margarin, jus jeruk, atau yogurt ada yang sudah difortifikasi dengan sterol yang bisa menurunkan LDL kolesterol hingga 10 persen. Jumlah sterol tumbuhan yang dibutuhkan untuk mencapai target itu sedikitnya 2 gram yang setara dengan dua porsi (237 mililter) jus jeruk dengan fortifikasi sterol dalam sehari.

Sterol atau stanol tumbuhan yang ditambahkan dalam makanan tidak akan memengaruhi kadar trigliserida atau pun HDL. Sterol atau stanol juga tidak akan mengganggu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak seperti A, D, E and K. (AC) Sumber : Mayo Clinic.

Sumber :
http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/11/16551354/makanan.terbaik.penurun.kolesterol
11 Juni 2009

Diposkan oleh Akang di 16:250 komentar

 10 Makanan Penurun Kolesterol

Banyak cara untuk menurunkan kadar kolesterol. Obat berbahan kimia terhitung efektif menurunkan kolesterol. Tapi tentu saja ada efek samping. Anda bisa mencoba menurunkan kadar kolesterol dengan cara alami.

Ada sejumlah makanan yang bisa menurunkan kadar Low-Density Lipoproptein (LDL) alias kolesterol jahat yang menyebabkan plak di pembuluh darah, dan meningkatkan High-Density Lipoprotein (HDL) alias kolesterol baik yang bisa dimanfaatkan tubuh untuk mengolah vitamin yang larut di dalam lemak.

Untuk menurunkan kadar LDL, Anda harus mengurangi asupan lemak jenuh. Lemak jenuh biasanya ditemukan di produk hewani, misalnya daging, susu, krim, mentega, dan keju. Ada juga lemak jenuh yang berasal dari nabati misalnya santan, minyak kelapa, dan lemak nabati.

Namun banyak juga makanan yang mengandung lemak tidak jenuh sehingga sangat efektif menurunkan kadar kolesterol.

1. Kacang kedelai

Kacang kedelai dan turunannya, alias kedelai yang sudah diolah misalnya menjadi tahu, tempe, susu kedelai, dan tepung kedelai mengandung isoflavon, yaitu zat yang bisa menekan LDL.

Tapi ingat, meski nikmat tahu dan tempe bisa tidak efektif menurunkan kolesterol bila diolah dengan sembarangan. Misalnya, digoreng dengan minyak jelantah atau dicampur santan. Sebab, santan dan minyak goreng adalah sumber lemak jenuh.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menganjurkan untuk mengonsumsi sedikitnya 25 gram protein kedelai per hari untuk menurunkan kadar kolesterol.

2. Kacang-kacangan

Kacang adalah sumber serat larut yang sangat tinggi. Mengonsumsi serat larut bisa mengurangi kolesterol. Mengonsumsi kacang seperti buncis, kacang merah, kacang panjang secara teratur selama enam minggu bisa mengurangi kadar kolesterol sebanyak 10%.

3. Ikan Salmon

Ikan salmon sangat baik karena mengandung asam Omega-3 yang bisa menurunkan LDL dan trigiserilda serta meningkatkan HDL. Salmon mengandung EPA dan DHA yang baik untuk kesehatan jantung.

The American Heart Association merekomendasi paling tidak dua porsi per minggu untuk mendapatkan manfaat maksimal. Selain salmon, ikan tuna, trout, sarden, makerel, dan hering juga baik.

4. Alpukat

Alpukat adalah sumber lemak tidak jenuh yang bisa meningkatkan level HDL. Sayangnya, alpukat tinggi kalori, sehingga harus dikombinasikan dengan sayur-sayuran yang bisa menekan kalori.

Satu buah alpukat berukuran sedang mengandung 300 kalori dan 30 gram lemak tidak jenuh sedangkan kebutuhan tubuh manusia normal adalah 1.800 kalori dan 30 gram lemak tidak jenuh per harinya.

5. Bawang Putih

Sejak ribuan tahun lalu, bawang putih sudah dipercaya mengandung banyak zat yang baik untuk kesehatan manusia. Bangsa Mesir Kuno memakai bawang putih untuk meningkatkan stamina.

Di masa modern, bawang putih dipakai untuk menurunkan kolesterol, mencegah pembekuan darah, menurunkan tekanan darah, dan melindungi tubuh dari infeksi.

Hasil penemuan paling mutakhir, bawang putih bisa mencegah partikel kolesterol menempel di dinding pembuluh darah.

6. Bayam

Bayam mengandung banyak lutein. Lutein adalah zat penting yang bisa menjaga kesehatan dan ketajaman fungsi mata. Lutein juga ternyata bisa menjaga kesehatan jantung karena bisa mencegah lemak menempel di pembuluh darah. Dianjurkan, memakan bayam setiap hari sekitar setengah mangkuk untuk hasil maksimal.

7. Margarin

Beberapa jenis margarin bisa menurunkan kadar kolesterol. Misalnya margarin dari minyak biji bunga kanola

8. Mede, Almon, dan Kenari

Lemak tak jenuh tunggal, di dalam kacang mede, almon, dan kenari adalah bahan makanan rendah lemak yang baik untuk kesehatan jantung.

Kacang-kacangan itu juga mengandung vitamin E, magnesium, dan phytochemical yang terkait erat dengan kesehatan jantung. Sayangnya, seperti alpukat, kacang-kacang ini sangat tinggi protein. Jadi, jangan rakus makan kacang agar manfaatnya benar-benar maksimal.

9. Teh

Teh, mau diminum dingin atau panas, sama saja manfaatnya. Teh mengandung antioksidan yang bisa membuat pembuluh darah rileks sehingga terhindar dari pembekuan darah.

Antioksidan di dalam teh, yaitu flavonoid bisa mencegah oksidasi yang menyebabkan LDL menumpuk di pembuluh darah. Menikmati segelas teh setiap hari bisa memenuhi kebutuhan antioksidan.

10. Cokelat

Cokelat ternyata sehat. Tentu saja, cokelat yang dicampur terlalu banyak susu mengandung terlalu banyak lemak. Jadi, pilihlah cokelat hitam atau pahit. Cokelat sehat karena mengandung banyak antioksidan dan flavanoid. Cokelat putih, tidak mengandung zat itu sehingga kurang sehat dikonsumsi.

Kandungan flavanoid cokelat bervariasi tergantung di mana cokelat itu tumbuh dan proses pengolahannya. [L1]

Sumber :
Tiara Anisa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s